Manusia Makhluk yang Terbaik

Karena udah di Jakarta, maka Jum’atannya yaa di Jakarta, lagi-lagi di Masjid Al Aqidah di belakang Wisma Slipi Jakarta Barat.

Topik kali ini adalah tentang manusia sebagai ciptaan Allah yang terbaik.

Sebelum di bahas seperti biasa, kewajiban seorang khotib yaitu untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT.

Kita di beri nama Manusia (insan) itu kalo nggak salah artinya kita ini pelupa, jadi yaaa selalu Allah itu mengingatkan kepada kita dan juga sebagaimana manusia yang lainnya wajib saling mengingatkan atau nasehat menasehati.

Apa yang menyebabkan kita tertipu, durhaka dan bathil, sehingga kit aini meninggalkan kewajiban kita untuk selalu taat kepada Allah SWT?

Coba perhatikan diri kita ini, dalam firmanNya, bahwa kita ini aksani taqwim, sebaik-baiknya cipataan, diantara ciptaan Allah yang lain. Makanya sampai Malaikat aja di suruh nyembah kepada Nabi Adam As, kala itu.

Perhatikan lagi, begitu indahnya kita, bayangkan dengan bahan yang sama ( setetes air hina/nutfah) kita di ciptakan, dan anda bisa bayangkan lagi kalo seandainya rambut itu tumbuh sama semua. Yang terjadi sekarang khan beda0-beda sesuai tempatnya, yang di kepala bisa panjang sekali, yang di atas mata atau alis yaa segitu panjangnya, yang  bulu mata, yaa segitu dan seterusnya, coba kalo bulu mata kita sepanjang rambut kita (perempuan), wah nggak bisa melihat kita, kayak berada di hutan belantara. ha ha ha ha.

Itu semua karena Allah itu menciptakan kita dengan membentuknya dalam keseimbangan.

Pertanyaannya, kanapa sudah diciptakan sebaik-baiknya kayak gitu, masih ada saja yang ingkar, ada yang jahat, yang korupsi dan lain sebagainya. Mereka mengaku beragama namun perilakunya seperti orang yang tidak beragama.

Lihat negara kita, berapa orang yang korupsi yang tidak bisa terbukti (versi pengadilan negara), yang telah memporak-porandakan ekonomi kita sekarang, sedang pelakunya merasa bebas , tenang dan tentram, sementara penduduk yang lain yang miskin merasa terjepit dan menjerit kelaparan karena berbagai kebutuhan yang melonjak dan melambung tinggi.

Untuk itu jangan menunda-nunda waktu, kita baru saja ketmu dengan seseorang , e e e besoknya udah meninggal, kemarin kita berjabatangan tangan dengan si A, e ee tadi sore dah di bawa ke kuburan, Sadarlah dan segeralah bertobat…

semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *