Cara Mendidik Anak Yang Baik

Khutbah di mulai jam 12.00 waktu masjid Al-Aqidah. Dan seperti biasa dan merupakan rukun khutbah, dimana khotib wajib menyampaikan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah kita terima khususnya nikmat Iman dan Islam serta nikmat sehat wal afiat sehingga bisa hadir untuk menjalankan perintah Allah yaitu sholat Jum’at berjamah.

Juga tak lupa sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah menuntun kita sampai saat ini dan mudah-mudahan kita semua bisa menjadi pengikutnya sampai akhir hayat kita . Amin.

Topik yang di angkat adalah  Bagaiamana cara mendidik Anak di jaman sekarang ini. Topik ini agak di hubungkan dengan peristiwa monas bulan Juni dimana ada kekerasan dengan topik beragama dan khususnya masalah aqidah.

Adanya pengaruh terutama kebudayaan barat melalui berbagai media, baik televisi, koran, majalah dan internet bisa membuat kita sebagai orang tua (yang merasa udah jadi ortu lho yaa0, berjuang dan berusaha keras untuk mendidik anak jauh lebih susah dari pada masa kecil kita dahulu, dimana ortu kita jaman itu tidak atau belum ada pengaruh seburuk sekarang ini.

Dalam buku yang saya tidak bisa mendengar dengan jelas buku apa yang di maksud khotib, di sebut bahwa dalam mendidik anak perlu seorang figur yang akan di ikuti oleh seorang anak. Dan dalam islam jelas Rasulullah adalah uswatun hasanah yaitu contoh suri tauladan yang baik. Dalam konteks di rumah kita maka ada 4 wilayah atau objek yang akan di jadikan figur oleh seorang anak:

  1. Ibu-Bapak
  2. Lingkungan tempat tinggal
  3. Lingkungan tempat pendidikan
  4. Globalisasi dunia

Dalam mendidik anak ortu harus menjadai figur, maka siap-siaplah kita, bagaimana kita berperangai dan berperilaku sehari-hari di mata anak kita dan kita juga harus bisa menampilkan diri kita agar anak kita itu mencontoh kita, sehingga apa yang akan terjadi pada anak kita itu adalah cita-cita kita.

Dalam Al-qur’an ada figur sorang bapak yang baik dan harus di jadikan contoh bagaimana beliau menjadi figur untuk anaknya, beliau adalah Lukmanul Hakim, anda pasti udah kenal dengan nama itu.

Sebenarnya secara fisik, beliau tidak sebagus rata-rata penduduknya, beliau itu hitam, bibir tebal dan his\dung tidak mancung, namun  perilakunya hebat sekali, untuk itu anda yang yang tidak mempunyai fisik yang bagus bak artis nggak usah minf\der untuk dijadikan figur oleh anak anda, karena bukan tampang yang di cari tapi perilaku.

Bagaimana Lukman hakim mendidik anaknya?

  1. Selalu mendampingi anaknya dalam belajar, belajar apa saja. Dalam satu riwayat di contohkan, saat itu Lukman Hakim, sedang mengajari anaknya tentang kepribadian. Ada seekor keledai, kemudian di suruh anaknya untuk naik keledai itu sedang Lukman Hakim menuntun dengan memegang talinya dan berjalanlah keledai itu. Sampai pada kerumunan orang banyak ada yang bilang: ” Anak nggak tahu diri, masak orang tuannya yang udah tua di suruh berjalan sedang anaknya yang naik keledai, dasar nggak punya kasihan pada orang tua”. Mendengar itu Lukman bertanya pada anaknya dan akhirnya Lukman yang naik keledai dan anaknya yang menuntun keledai itu, setelah berjalan ketemu dengan sekelompok orang lagi dan berkata:” Wah orang tua nggak tahu diri, masak anaknya di suruh menuntun keledai itu , sementara orang tuanya enak-enakan duduk di atas keledai”. Lagi-lagi mendengar ucapan orang itu lalu Lukman hakim bertanya dan berdiskusi pada anaknya dan akhirnya di sepakati untuk naik berdua di atas keledai itu, anda pasti tahu dong keledai itu khan kecil dan setelah berjalan beberapa saat ketemu dengan orang lagi dan berkata: ” Wah bapak dan anak itu nggak punya rasa perikebinatangan, masak keledai sekecil itu harus di naiki oleh dua orang , nggak kasihan yaaa…”, Akhirnya pikir-punya pikir betul juga yaaa, dan agar kita punya rasa kebinatangan maka keledai itu di gotong oleh Lukman Hakim dan anaknya dan dalam keadaan itu bertemu lagi dengan orang dan berkata lagi: ” Sudah gila kali yaa keledai itu khan sehat segar bugar knapa di gotong”. Nah, tugas anda bagaimana kira-kira reaksi Lukman setelah itu……? Dari sini si Lukman akhirnya menjaleskan kepada anaknya, bahwa kita itu HARUS PUNYA PRINSIP, artinya apa yang harus kita pegang teguh itu harus benar-benar yakin dan jangan berubah-ubah oleh karena pengaruh orang lain.
  2. Prinsip dari Lukman hakim:
    • Jangan Syirik, jangan menyekutukan Allah SWT dengan apapun. Setiap kita di wajibkan untuk berdakwah, dahwak kepada siapa saja, sampaikan apa-apa yang kamu tahu walaupun hanya satu ayat.
    • Ajarkan untuk hormat kepada Ibu dan Bapak
    • Sholat lima waktu dan sunahnya
    • Berbuat amar mak’ruf nahi munkar, Setiap dakwah ada resikonya, aitu siap untuk dapat musibah.

Yaa…, itu aja yaaa, semoga kita semua yang udah jadai orang tua bisa mendidik anak kita dan memberikan kepastian tentang aqidah kepada anak kita agr itu menjadi prinsip yang tidak bisa di ombang-ambingkan, sebagaimana keadaan bangsa kita ini. Amin…