Konsultasi Online 2

Mengingat Komentar atau halaman konsultasi online yang pertama sudah cukup panjang dan sehingga untuk di buka cukup lama atau pengunjung harus mengerakkan scrollnya ke bawah sangat panjang maka dengan ini halaman konsultasi untuk yang pertama tidak menerima keomentar atau konsultasi online lagi.
Namun sebagai kelanjutannya, jika anda semua entah anda seorang Refraksionis Optisien (RO), Praktisioner do bisang mata dan peroptikan, serta anda semua pengunjung blog ini, Jika anda punya pertanyaan atau masalah atau ingin menyampaikan pendapat, saran, dan apa saja yang berhubungan dengan topik blog ini, silakan isi komentar di bawah ini.

Mohon untuk di ingat bahwa mungkin apa yang akan anda tanyakan sudah ada di KONSULTASI ONLINE yang PERTAMA, maka silakan baca dulu halaman itu. Atau Bisa jadi apa yang akan anda tanyakan sudah pernah di bahas di blog ini dalam bentuk halaman tersendiri atau dalam artikel yang terdahulu maka silakan cari topiknya dengan mengetikan topik yang di cari di bawah ini, atau di sudut kanan atas halaman ini.

145 thoughts on “Konsultasi Online 2”

  1. Oh bagus dong kalau begitu, jadinya anda adalah pelopor dan anda bisa membuat yang terbaik dan murni SOP itu dari anda.
    Untuk tugas dan wewenang Refraksionis Optisien versi Iropin dan negara InsyaAllah akan saya posting. Tpi tetap aja di buat seperti apa yang anda lakukan selama ini di pekerjaan itu. Dan bisa jadi SOP itu tidak sekali jadi dan anda bisa meng-update dari waktu ke waktu sesuai kebutuhan.

    wah
    terima kasih sebelumnya, dan ditunggu postingannya mas
    karena masih butuh banyak referensi nie tuk melengkapi SOP yang udah stengah jadi ini.

    salam

    Reply
  2. Dear dokter, saya bermasalah dengan mata yakni mata merah yang jarang sekali terlihat jernih. Apakah saya kekurangan nutrisi? Apakah itu adalah akibat dari gangguan hati atau ginjal, mengingat beberapa relasi memberikan dugaan seperti itu. Hingga saat ini saya belum berani mengkonsumsi suplemen di pasar bebas sebab belum ada rekomendasi medis dari dokter. Kecuali saya berusaha mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. Trims dari saya.

    Reply
    • @ Harri:
      Sudah di jawab di penyakit mata…. yaa…
      Apakah merah mata anda mengganggu penglihatan anda?
      Apa yang menyebabkan merahnya semakin parah dan apa mata merah anda itu terus menerus…
      Semua perlu di lihat dulu yaaa….
      Silakan datang aja ke klinik mata terdekat..
      pasti ada solusinya….

      Reply
  3. Saya mau tanya ada gak ya tempat kursus/pelatihan agar bisa menggunakan alat periksa mata yang tepat dan benar?kalau ada dmana tempatnya?dan berapa lama pelatihannya?dan berapa biayanya?

    Reply
    • @ Heru:
      Yang pasti secara legal belum ada, kecuali dari perusahan optik itu sendiri.
      Jadi yang ada adalah jalur pendidikan seperti ARO ( Akademi Refraksionis Optisien) masa kuliah 3 tahun atau D3 untuk biaya tergantung masing-masing kampus. Ada di Jakarta, Surabaya, Semarang, Padang, Medan
      Begitulah…

      Reply
  4. Mas, mau nanya definisi dari beberapa istilah berikut :
    1. Ionic Polymer
    2. Efek mekanik
    3. Hipotonisiti air mata
    4. Debris
    5. Flourecien
    6. Fitting lensa kontak ke arah flatter than K
    7. Inflamasi
    8. Tablet Enzymatic
    9. Hipoxia
    10. Limbi
    11. Infiltrate
    12. Saline
    13. Limbus
    14. Dellen
    15. Erosi
    16. Ulserasi
    17. Indentasi
    18. Distorsi

    Semua istilah-istilah ini ditemukan pada “komplikasi lensa kontak” situs ini..Makasih Mas..

    Reply
    • Wow…..
      banyak banget…..
      Ok di cicil yaaa…
      Ionic Polymer: bahan polymer untuk lensa kontak yang bersifat ionic, bahan ini mempunyai sifat meyerap kotoran, sehingga jika lensa kontak lunak berbahan ionic maka akan cepat kotor.
      Efek mekanik: Efek dari gerakan, ini misal di bahas di GPC kalo gak salah, jadi kalo lensa kontak kita kotor dan dengan berkedipnya mata maka ada gesekan, nah, kalo lensanya kotor akan mengakibatkan permukaan kelopak mata kita akan kayak di amplas… tahu khan, jadi benjol-benjol nah itulah GPC.
      Debris: itu kotoran, bisa dari debu dari udara atau kotoran dalam mata.
      Fluorescein: Zat yang di pakai untuk periksa dengan menggunakan slit lamp, sehingga air mata yang telah di beri fluorescein itu akan berwarna hijau kekuningan. Bentuknya seperti kertas kecil.
      Fitting lensa kontak ke arah flatter than K: maksudnya pemilihan base curve yang yang lebih besar dari K yang terbesar, ini panduan untuk pemasangan pada RGP.
      Inflamasi: peradangan, radang
      Tablet Enzymatic: tablet yang di gunakan sebagai protein removal pada perawatan lensa kontak. Biasanya di gunakan 2 minggu sekali.
      Hypoksia: kekurangan oksigen, istilah yang di berikan pada penggunaan lensa kontak di mana dengan lensa kontak oksigen yang di perlukan mata kita berkurang karena terhalang oleh lensa kontak tersebut, apalagi lensa kontak yang mempunyai DK/t yang rendah.
      Limbi: sama dengan limbus, batas tepi antara kornea dan konjungtiva atau sclera.
      Infiltrate: bekas luka yang ada di kornea
      Saline: larutan yang berfunsi untuk pembilas saja, tidak mengandung zat pembersih atau desinfektan, dan biasanya tanpa pengawet.
      Limbus: sama dengan limbi
      Erosi: Luka atau terkikisnya kornea bisa terjadi di ephitel kornea
      Distorsi: penglihatan yang tidak fokus, tepatnya melihat lumayan jelas, namun bentuknya berubah atau meleot, kalo aberasi bentuknya tetap namun lihatnya tidak jelas atau banyak shadownya.

      Untuk yang belum, saya belum menemukan kata-kata yang pas…
      Mungkin ada rekan lain yang mau menjawab dan menambahkan …?
      🙂

      Reply
        • wah belum kelar dah tambah lagi.
          tadi waktu nulis juga kepikiran, kalo dk/t bakal di tanyain lagi 🙂

          DK/t itu nilai atau angka perbandingan dari sifat permeabilitas bahan atau transmibilitas bahan di bagi tebalnya.
          Misal bahan itu punya DK tinggi tapi kalo lensa nya tebal maka kurang bagus juga untuk mengahntarkan oksigen…

          Reply
  5. mohon maaf , sy mau konsultasi penyakit mata yang saya derita, mata sebelah kanan sy di bulatan kornea sering terdapat bintik2 (bhs jawanya mruntus) seperti ada pasirnya seperti ada luka dengan sendirinya, tapi kadang hilang lalu muncul lagi…begitu terus dari mulai 2004 s/d sekarang sudah ke spesialis mata tapi tidak ada perubahan…..jadi hampir frustasi.Dulu sewaktu pertama ke dokter diberi salep zovirax & nevramin trus sembuh lah sekarang kumat lagi sy kasih zovirax & nevramin tdk berhasil masih ada terus muncul bintik2 tsb, sekarang ke dokter lagi di beri protagenta&lubricent sudah habis 7 dos masih belum sembuh juga gimana ya… jagi mau nangis aja ini penyakit kok aneh2, di tes penglihatan&tekanan kata dokter masih normal mohon pencerahan bagaimana yg harus saya perbuat………

    Reply
    • Mas Ekobudi:
      Kalo di lihat dari obat pertama yang di berikan maka kemungkinan adanya infeksi virus pada mata anda. Dan selanjutnya di beri obat yang sampai 7 dos itu di maskudkan untuk membentuk enviroment atau lingkungan mata yang kondusif karena kemungkinan adanya kondisi mata anda yang kering.
      Namun karena masih tidak membaik maka terus terang tidak bisa di jawab dengan tanpa melihat kondisi klinisnya.
      Saran nya perlu adanya obat antibiotika semacam dexamethason. Tentu harus dengan resp dokter.
      Semoga cepat sembuh yaaa, kalo memungkinkan bisa ke dokter specialis mata dan minta di foto korneanya, kemudian di email ke saya untuk kondisi korneanya (tentu dengan pembesaran yang besar/cukup)

      Reply
  6. mas, bisa rekomendasikan saya ke distributor atau sales frame kacamata, sunglass, lensa kontak, MPS, dan produk optik lainnya? wah, saya masih menunggu pemeriksaan astigmatisme ke 2, lama banget, hehe..

    Reply
  7. Berapa ukuran lensa maksimum yang bisa di pakai , seperti minus, cylinder, dll.
    Dan jika telah melebihi ambang batas, dengan alat apakah untuk mengukurnya.
    Thanks.

    Reply
    • Untuk alat ukur bisa sampai 20.00 Dioptri, namun untuk ukuran orang yaaa bisa berapa aja, dan itu bisa di ukur.
      misal orang minus 30.00, maka trial yang di gunakan yaa -20.00 di tambah -10.00 dan seterusnya.
      Kalau cylinder sampai cyl -6.00 dan itu juga bisa di jumlah dengan cylinder yang lainnya, sehingga bisa misal 8 atau 10 , namun sangat jarang sekali yang demikian.
      untuk yang minus juga sangat jarang jika lewat dari 25.00.

      Reply
  8. mas, misalkan didapat hasil pemeriksaan refraksi dari auto-refraktometer sbb :
    OD : -2.25 -1.50 x125
    OS : -2.50 -1.00 x129

    Apakah hasil di atas boleh langsung diset ke phoroptor MANUAL dan pasien langsung diuji visusnya dengan ukuran tsb?
    Mas pernah bilang untuk axis tinggal diperhalus 5-10 derajat, jadi tidak perlu dilakukan uji dengan kipas astigmat lagi?

    Reply
    • Boleh saja mas, namun langkah awal yang biasa saya lakukan adalah cek douchrome dulu, baru ke CC.
      Yaaa, alat autorefraktometer sekarang dah canggih, jadi hampir di bilang dah akurat…, sehingga hanya perlu geser 5-10 derajat saja, ituuntuk penghalusan, kecuali autoref nya bermasalah , maka perlu kalibrasi dari pabriknya.
      🙂

      Reply
  9. iya neh, sampai sekarang belum ditampilkan pemeriksaan astigmatisme episode 2, kapan ya kelarnya? hehe..btw blog baru ini oks banget..

    Reply
  10. Halo Mas,
    Mau nanya nih….. seputar tindakan setelah lasik…….
    Mata istri saya minus 7 dan silindir 1.25 , sudah melakukan tindakan lasik 1 minggu yang lalu, tapi yang aneh berbeda dengan kesaksian dari kebanyakan pasien yang telah dilasik, 1 hari setelah di lasik mata kanan masih buram dan mata kiri terang, tertapi 3 hari kemudian mata kanan bertambah buram dan mata kiri yang tadinya terang jadi buram (untuk membaca tulisan jarak dekat misa ketika sedang bekerja di depan komputer dan membaca SMS) .
    Ketika konsultasi dengan dokter katanya yang menyebabkan buram adalah kondisi mata yang kering dan belum stabil dan obat tetes diganti serta dianjurkan untuk lebih sering memakai obat tetes protagentA…..
    Apakah kondisi ini normal atau sebenarnya masih ada minus yang tertinggal? (Sebab dari kesaksian pasien lainnya yang kami tanyakan setelah lasik jawabannya adalah mata mereka langsung terang….)
    Terima kasih sebelumnya.

    Reply
  11. halo mas mau tanya…
    mata kanan saya minus silindris 1.5,mata kiri minus 0.75(tidak silindris), saya ingin menanyakan :

    1. bagaimana menyembuhkan mata minus silindris ?
    2. misal tidak bisa disembuhkan, bagaimana cara agar tidak bertambah ?

    saya tiap hari bekerja didepan komputer dan jarang pakai kacamata, aku pakai kalo naik motor atau mobil.
    dan saya merasa mata kanan saya tambah kabur
    bagaimana solusinya…
    makasi sebelumnya…

    Reply
    • Mas Anto.
      Untuk menyembuhkan mat minus sampai sekarang yang di akui secara medis adalah lasik, namun karena ukuran anda masih kecil kiranya kurang begitu ideal untuk lasik, terutama mata yang kiri, karena biasanya lasik di kerjakan untuk minus di atas 1.00. Dan kalo masih di bawah -2.00 biasanya hanya untuk para calon tentara atau polisi dan sejenisnya.

      Sedang cara agar tidak nambah yaa banyak faktornya, yang pasti kita akan merasa ingin tahu sustu objek yang lebih kecil tidak?, kalo yaa , sedang kita tidak melihat maka mata kita akan di paksa. Nah itu yang menyebabkan bisa tambahnya minus kita, karena adanya kebiasaan yang merangsang mata untuk bekerja lebih extra.
      Sehingga kacamata mestinya di pakai terus atau paling tidak di mana kita perlu melihat tulisan atau objek yang sekiranya kurang jelas sehingga mata kita tidak di paksa.

      Ada kecenderungan mata yang mempunyai ukuran lebih besar akan merasa ingin tahu jadi di paks melihat atau sebaliknya karena akhirnya nggak mau tahu jadinya nggak di pakai melihat. Nah kondisi yang kedua itu lebih bahaya karena bisa menyebabkan mata malas.

      Jadi sebaiknya kacamata di pakai untuk melihat TV, baca dan melihat hal yang kuang jelas, apa aja. Dengan demikian mata ana akan difungsikan sebagaimana mestinya.
      Terima kasih kembali.

      Reply
  12. @ Merry:

    Harga alat pengeboran sekitar 1.5 jutaan. SIlakan hubungi sdr. Handoko

    Untuk mewarnai lensa itu cukup simple. Ada obat yang di larutkan ke dalam air dan prosesnya adalah air itu di panaskan terus, jadi pakai alat pemanas gitu (kayak alat untuk merebus air) terus lensa itu di celupkan di dalamnya, kalau mau full warna maka di rendam semua lensanya, tapi kalau mau gradien maka di celup sebentar dulu semua bidang lensanya, kemudian di rendam setengahnya atau dengan cara di angkat di rendam-diangkat di rendam begitu.

    Lensa yang di warnai umumnya adalah jenis CR-39, namun yang kaca atau polycarbonate juga ada namun yang mengerjakan adalah pabrik besar dengan teknologi yang canggih.
    Lensa CR itu di warnai sebelum di beri tahan gores dan sebelum di beri coating anti refleksi.
    Begitu…., semoga membantu.

    @ Cindy:

    Untuk periksa mata secara online kayaknya belum bisa untuk proses koreksinya, yang mungkin bisa adalah hanya untuk mengetahui apakaah mata itu normal atau tidak. Kalu kayak begitu mungkin bisa, namun perlu banyak aturan, seperti besar huruf, jarak anda dengan monitor, jenis dan kwalitas monitor dsb…

    Cara mengurangi cylinder termasuk juga cara mengurangi minus sampai sekarang hanya bias dengan di lasik (menghilangkan sekalian). Yang pasti pakailah kacamata anda secara teratur artinya dalam keadaan mata ingin melihat huruf yang kecil dan detail maka harus ada kacamata di muka, hal ini di lakukan jika tanpa kacamata anda merasa kesulitan.

    Reply
  13. Dengan ring kalo kita kerasin itu sekrup lebih keset, jadi nggak muter terus.
    Ring juga bisa membuat sekrup tidak cepet kendor.
    Ring plastik biasa di pakai di lensa plastik dimana bor lensa di besarkan dan ring plastik biasanya ada kepala yang besar yang masuk ke dalam lubang lensa itu, agar skrup tidak langsung bergesekan dengan lensa pada lubangnya, ini agar lensa tidak mudah pecah. Posisi ada di depan lensa.

    Ring metal biasa di taruh di belakang lensa fungsinya sama dengan fungsi yang pertama, dan juga pada frame bor dimana bagian akhir dari jalur skrup adalah metal, maka ring di pasang di belakang metal yang berlubang sebelum murnya.

    Bisa bayangin nggak?
    🙂

    Reply
  14. mas, ketika saya pergi ke optik ingin membuat kacamata baru namun maunya ukurannya sama dengan kacamata lama, mereka mengecek kacamata saya dan mengatakan bahwa ukuran kacamata saya OD : C – 3.00 x5 dan OS : C-3.00 x3, setelah kacamata jadi, saya minta teman saya pemilik optikal mengukurnya dengan lensometer, ukuran powernya tetap sama yaitu C-3.00 untuk OD dan OS, tapi axisnya yang OD menjadi 9 dan yang OS menjadi 7, kenapa bisa begitu, apakah kesalahan optik tersebut ato edgernya? dan apakah berpengaruh ke penglihatan saya?

    Reply
  15. Pagi Pak,Ramai juga blognya,cukup bagus lah buat tambahan ilmu bagi RO2 yang lainnya. Satu yang sekarang jadi pemikiran di benak saya pak. Banyak orang beranggapan RO itu identik dengan optik, benar khan. Sebenarnya saya sedih dengan masih banyak nya temen Ro yang sampai dengan saat ini masih berpikir seperti itu. Dengan ilmu yang kita punya sebenarnya banyak sekali kesempatan yang akan membuat temen temen semua lebih maju. Bagi temen 2 yang seneng mengunjungi situs ini, saya sendiri adalah RO lulusan leprindo tahun 1997,dulu saya juga pernah bergabung dengan optik melawai terakhir sebagai traineer di head office. Dan saya juga termasuk salah satu anak negara ( sebutan untuk peserta program beasiswa melawai ). Thanks to melawai. Bagaimanapun dengan ilmu yang saya dapat ini sangat banyak membuat hidup saya berubah, Saya sekarang bergabung dengan salah satu perusahaan besar di bidang hospital supplier.Bagi temen temen / dokter ( khususnya SpM ) yang membutuhkan instrument / equipment optik ataupun polimata dapat menghubungi atau e-mail ke alamat di bawah ini.

    Martinus.T
    Product Manager Of Opthalmology
    PT. Surgika Alkesindo
    e – mail : martinus@surgika.com
    martinus_app@yahoo.com
    mobile : 0815 86151553

    Reply
  16. Wah, terima kasih pak Martinus, telah berkunjung di blog saya. Semoga sering berkunjung di sini.
    Beliau ini juga pernah bersama sama sewaktu jadi trainer, namun saya sebagai trainer panggilan.

    Kayaknya pasang iklan juga yaaa…., ya udah gak papa, khan sama-sama perlu.
    Sukse selalu yaaa…, ingat untuk teman lain…. silakan jangan hanya di optik, tapi bisa di rumah sakit, klinik, alkes, PNS, dll

    Reply
  17. @ Supriyanto:
    Ma’af salah urutan responnya.
    Wah, ini sepertinya bukan true story, tapi gak papa, dan bisa saja ini juga terjadi pada anda.
    Ok…
    Bukan maksud mencari siapa yang salah…. ya…
    Pertama, bisa jadi saat copy kacamata yang lama benar atau bisa jadi salah. Ok kita anggap benar.
    Saat order lensa dan menulis bisa jadi benar sesuai hasil copy, bisa jadi salah, Ok kita anggap benar.
    Saat lay out lensa dengan pemberian titik pada lensa untuk markingnya bisa jadi benar atau bisa jadi salah. Ok kita anggap benar.
    Saat edger ngeblok lensa untuk di beri pad edging bisa jadi benar lurus, bisa jadi salah. Ok kita anggap benar.
    Saat lensa di edging, lensa stabil tidak berputar sedikitpun atau berputar, Ok kita anggap tidak berputar.
    Saat di pasang (misal frame bulat , sehingga bisa di putar) Ok kita anggap frame bulat jadi bisa di putar, atau kalu bor berati posisi bor.

    Nah, semua itu kalo kita anggap benar dan memungkin pas, TAPI ternyata axis begeser, berarti dalam perjalanan lenas dari mengcopy kacamata lama sampai lensa ke teman anda yang punya optik itu ada yang salah atau tidak pas…., Dimana?
    Bisa di mana-mana.

    Sebenarnya untuk edging dengan standard sekarang (yang canggih) axis bisa di buat setepat mungkin. Terus masih ada juga toleransi axis untuk cylinder terntentu, namun tabelnya saya lupa, artinya jika cyl sampai -1.00 boleh toleransi axis berapa dsb…

    Jadi untuk yang profesional axis mesti pas. nah untuk kacamata yang lama, bisa jadi minta awalnya adalah axis 5 semua atau 0 semua atau 5 dan 0 atau 0 dan 5 dan terbuat seperti yang anda copy itu.
    Banyak tempat yang bisa bikin salah….
    Tapi secara umum untuk axis segitu (beda di bawah 5 derajat), mungkin masih bisa di terima. namun dengan nilai cyl yang besar yaaa, kadang mata gak bisa terima juga….

    Ada yang berpendapat lain…?

    Reply
  18. oh begitu..apakah axis cylinder mata manusia bisa berubah seiring dengan usianya? apakah axis cylinder mata kiri & kanan selalu hampir sama tiap2 orang?

    Reply
  19. pak martinus…saya pandu, mantan sasro melawai, tapi sekarang sudah jadi RO, boleh juga tuh promosinya, saya skrg kerja di RS. Siloam hospital Karawaci, saya setuju dengan bapak, saya juga sedih dan ‘miris’ jika ada orang awam apalagi RO sendiri beranggapan RO identik dengan optik, seorang RO haruslah profesional supaya dihargai, kita bisa berkarya dimanapun, baik di RS Swasta, PNS, alkes, klinik, dll. memang kita akui kita bergelut bidang kacamata, tapi kita tidak sama dengan TUKANG KACAMATA, kita punya ilmu&kita punya teori. BTW, alat2 kedokteran mata apa saja yg ada ditempat pak martinus?? mungkin saya bisa bantu merekomendasikan ditempat saya bekerja. email saya : pandu.fajar@yahoo.co.id

    Reply
  20. saya perna periksa ke suatu Klinik ini hasilnya
    PD
    +7.00/-0.50×30
    +7.00/-05.50x/70
    M/L lenses
    Apa maksudnya dok?, Klo beli Lensa dan Frame nya, yg lensanya Poly karbonate dan model “L” lensa model segi panjang kayak merk braun dg harga paling ekonomis ?
    Sebainya pakai yg kaca apa poly YG lebih baik?
    Terima kasih bayak atas perhatiannya!

    Reply
  21. Diagnosis resep adalah anda ada kelainan refraksi yaitu Hypermetropia Astigmatisme ODS. Dan masuk dalam kategori lumayan berat.
    Lensa yang akan di buat juga lumayan tebal di tengah. Lensa poly memang lebih ringan, namun untuk ukuran segitu jarang tersedia, kecuali di optik besar dengan sisitem mesti di gosokkan lensa dari bahan. Lensa poly bisa lebih ringan dibanding kaca, juga tidak mudah pecah. Untuk harga saya kurang tahu.

    Reply
  22. base curve untuk orang normal berapa Mas?
    lebih gede base curve 8,6 atau 8,7?
    bagaimana nentuin berapa besar base curve lensa kontak yang cocok untuk pemakai soft lens?

    Reply
  23. Mas Supriyanto yang cakep!.
    Orang normal itu berapa yaa KR nya? Kalo gak salah sekitar 7.80 mm, sehingga idealnya adalah BC 8.5 sampai 8.7.
    Semakin gede angkanya (dalam mm) maka lebih Flat (lebih datar), Jadi 8.7 itu lebih Flat, namun dalam hal fitting belum tentu demikian karena harus di perhatikan faktor diameternya, dimana semakin besar diameternya dengan BC yang sama maka hasilnya akan lebih steep. Gitu…

    Nentuin besar BC yang benar adalah dengan trial dan ntar di amati, nah sebelum itu kita ada langkah memilih trial yang benar dengan rumusan KR yang besar + 10 % nya.
    Kira-kira begitu mas…

    Reply
  24. Paling aman lensa nya di lepas mas.
    Meskipun plastik yaaa bisa retak atau pecah, terutama jika di dalam skrup bornya tidak ada plastik dan atau ringnya.
    Namun saya kadang juga gak dilepas itu lensa, namun perlu di tekan dengan ibu jari yang keras sekali di daerah sekrup dan dan lensa agar tidak ada pergerakan saat tang di putar.

    Saran saya di lepas aja lensanya, meskipun agak repot…..
    🙂

    Reply
  25. betul juga, mending repot daripada rugi sendiri..atau mungkin tekannya jangan pake ibu jari kali ya, pake tang aja? temple frame yg saya beli awalnya cukup ketat (kalo dilipat ke arah dalam/luar bisa terasa kencangnya), setelah dipake cukup lama, makin lama makin kendor, saya coba kencangin baut templenya, tapi bautnya tidak bisa berputar sama sekali (diam di tempat), bagaimana cara mengencangkan baut tersebut supaya templenya kencang seperti semula?

    Reply
  26. @ Supriyanto:
    Kalo sekrup di kencangin gak bisa udah mentok, tapi temple kok longgar, knapa tuh….
    Caranya, buka sekrupnya
    Lepas templenya
    Di endpiece bagian pas untuk pertautan temple atau engselnya khan ada du lempeng pipih yang ada lubangnya untuk jalannya sekrup…
    Nah, dengan tang nosepad yang pipih, tekan atau jepit dan kecilkan daerahnya yang untuk di masukin temple itu.
    Ntar masukan lagi templenya memang agak seret, dan masukkan sekrupnya, pasti ok….

    Kecuali….
    Jika model sekrup atau engselnya pakai ring?
    Kalo pakai ring dan ringnya hilang maka walaupun di kerasin sampai dolllll, gak bakalan kencang, jadi harus cari ringnya dulu…
    semoga membantu…

    Reply
  27. @ Bagus:
    Wah kalo standar itu kurang tahu.
    Standard kita kahn biasanya SNI
    Tapi untuk proses lensa biasanya ikut standar amerika dan jerman atau standar LOH,
    Mohon koreksi

    Reply
  28. mas kastam,mau tanya….
    utk dapetin frame2grosiran yang murah dijogja dmna ya?
    apa yang dimaksud dgn: faceting?
    harga2 lensa sekarang berkisar brp aja?
    mksh byk…

    Reply
  29. untuk grosir di jogya maaf kurang tahu, mungkin ada yang tahu…?
    Faceting itu kalo gak salah yaaa proses Facet yaitu memotong atau tepatnya menghaluskan bekas potongan dengan mesin edging dengan menggunakan mesin facet.
    Misal masih kebesan dikit, atau ada yang perlu di lengkungin dsb…

    Untuk harga gak boleh di sebut di sini… (katanya)

    Reply
  30. Halo mas bagus,
    Saya pengen sedikit berbagi ilmu untuk mas bagus dan temen semua. FFA atau Foto Fundus Angiography adalah sebuah alat untuk mendokumentasikan kondisi fundus mata manusia. Dengan alat tersebut kita bisa melihat apakah ada penyakit, malformasi dari kondisi retina , pembuluh darah dan juga syaraf. Selain itu juga sebagai panduan untuk tindakan laser, dengan melihat hasil foto dokter akan lebih mudah dalam menganalisa dan melakukan laser photocoagulation. Setiap product punya program tersendiri tapi pada umumnya prinsip penggunaaanya sama. Klo FFA yang lengkap nanti akan dilengkapi dengan program color, FFA dan juga ICG ( indocyne green ). Setiap program mempunyai tujuan yang berberda dalam penggunaanya. Tapi maaf ya sepertinya ga muat klo di bahas di sini.
    Thakns for all

    Reply
  31. gini dokter,,
    saya dulu pernah makai soflens tapi kok sering merah ya?
    terus sekarang saya pake kaca mata lagi . mata saya minus 1. so skng klo disuruh lepas kacamata, saya gag bisa.
    terus saya mau pake soflens lagi tapi takut klo mata saya bengkak lagi dok..terus gimana solusi yang baiknya…keseharian saya selalu didepan komputer lebih dari 8jam..
    terima kasih dokter.saya tunggu balasannya..

    Reply
  32. Prinsip mata tidak merah terhadap pemakai lensa kontak adalah karena kurang nya oksigen yang di perlukan oleh kornea kita, sehingga jika memaki lensa kontak maka akan berkurang oksigen yang di terima oleh kornea, karena lensa kontak itu mengahalangi oksigen samapi ke mata.
    Solusi jika ingin tetap memakai lensa kontak, cari lensa kontak yang disposable dengan kadar air yang tinggi, ini bertujuan agar transmisi oksigen melalui H2o yang ada dalam kandungan lensa kontak bisa mengalirkan oksigen lebih banyak.
    Kalo memang ada penyebab lain di mata anda misal karena ada kemungkinan ada sensitif terhadap bensa asing termasuk lensa kontak maka tidak akan bisa pakai lensa kontak lagi, atau bisa jadi ada sensitif terhadap larutan, maka tidak bisa lagi pakai larutan jenis itu, harus ganti

    Reply
  33. pak kastam mksh banyak atas jwbnnya….
    mau tanya lagi nih, apakah penyakit katarak dapat dicegah dgn menggunakan kacamata kesehatan secara rutin? kaca mata kesehatan apakah harus dipake terus atau ada min brp jam dalam sehari?
    ciri2 penyakit katarak apa saja sih?terima kasih

    Reply
  34. Katarak tidak bisa di obati (sampai sekarang), selain di operasi katarak, karena katarak itu lensa mata yang keruh, dan kekeruhan lensa itu semakin lama semakin keruh dari immature menjadi mature.
    Jadi tidak ada kacamata, untuk ciri-ciri penyakit katarak bisa dilihat di KATARAK.
    Atau cari aja di search sini, kayaknya dah pernah saya bahas kok.
    🙂

    Reply
  35. Actualy, Sama.
    itu hanya istilah aja
    Photo –>> berhubungan dengan sinar khususnya matahari wabil khusus UV
    Grey itu abu-abu, chromic itu warna.
    Jadi keduanya adalah lensa yang akan berubah warna menjadi abu-abu jika kena sinar matahari atau ultraviolet.

    Reply
  36. Dok saya mau menanyakan tentang mata anak saya.
    Anak saya berumur 17 tahun,tapi 1 tahun ini matanya yg kiri terasa kaya di colok katanya.Dan akhirnya sekarang mata kirinya jereng tapi jerengnya ke atas dok.
    Saya kasihan lihat anak saya,tidak pd jadinya.
    Ditunggu jawabanya

    Reply
  37. ass..ada yg sy pngn tanya pa..sy pny ponakan usia 6thn n sudah harus pakai kaca mata..yg sy pngn tanya, gimana cara nya mencegah agar mata ponakan sy tdk menambah minus nya???trus krn msh kecil n pasti lbh mudah pengobatan nya, msh bs ga diobatin spy ponakan sy ga harus pake kaca mata???

    Reply
  38. Secara umum untuk mengobati minus itu belum ada, kecuali lasik dan itu harus kalo udah dewasa.
    Paling tidak untuk mempertahankan saja, yaitu dengan perilaku yang baik baik dalam menggunakan mata , misal membaca pada cahaya yang cukup dan tidak melihat suatu objek yang terang dan radiasi monitor pada jarak yang dekat.
    Untuk konsumsi vitamin, boleh minum vitamin mata yang mengandung extract burberry.
    🙂

    Reply
  39. makasih Dr atas jawabannya tp maaf nih, mau nanya sekali lg boleh yaaa..klo silindris (bener ga ya nulis nya ?? ) gimana cara supaya ga bertmbh parah..trus khusus u mata yg bermasalah ( minus or silindris ) makanan yg baik u dikonsumsi apa ya Dr ??? makasih

    Reply
    • Istilah yang benar sebenarnya adalah astigmatisme, silinder atau cylinder itu adalah lensa koreksinya. Tentang apa itu astigmatisme udah aku tulis di blog ini, silakan di cari di kotak pencarian.
      Untuk makanan yaa sebenarnya biasa aja, tentu yang paling berhubungan dengan mata adalah vitamin A yang banyak di jumpai di wortel juga buah-buahan yang mengandung vit A. Kalo astigmatisme itu karena perbedaan kelengkungan kornea antara meredian yang saling tegak lurus, jadi itu adalah perkembangan mata yang gak bisa di cegah dengan makanan. Sepertinya begitu.
      🙂

      Reply
  40. salah satu syarat perizinan optikal adalah adanya seorang ro sebagai penanggung jawab tekhnik. tapi pada saat saya jadi sales sebuah perusahaan lensa, lebih banyak optik yang tidak mempunyai surat izin optik, artinya mungkin yang melakukan refraksi bukan seorang ro.bukankah itu merugikan atau malah membahayakan calon pemakai kacamata koreksi/

    Reply
  41. Sepertinya sudah ada, untuk biaya saya kurang tahu,
    Coba datangi salah satu optik di sana, dan tanya mungkin dah ada lulusan dari jogya.
    Dulu gabung jadi satu ama Semarang…, sekarang kurang tahu saya, ma’af
    🙂

    Reply
  42. mas saya mo tanya, saya punya keponakan umur 7th, tapi matanya minus 8. apa ada cara untuk mengurangi minus. saya dengar lasik tidak bisa, tapi bs dg ortho k, ato rgp. apa sih ortho k dan rgp. tks

    Reply
    • Memang lasik belum bisa karena masih umur 7 thn, nanti setelah 18 atau 20 baru mungkin bisa.
      Nah, alternatif untuk anak kecil memang bisa dengan Ortho K atau OrthoKeratology.
      Prinsipnya adalah mata orang minus itu mempunyai axial yang panjang dan umumnya korneanya steep atau tinggi atau mancung, (paham), coba lihat di pembahasan tentang myopia.

      Tentu agar bisa mendekati normal korneanya di ubah kelengkungannya atau re-shapes bisa lasik, karena masih kecil maka di berikan lensa kontak.
      Lensa kontak lunak tentu tidak bisa, karena tidak akan menekan permukaan korneanya. Jadi tang di pakai lensa kontak keras atau sekarang di kenal dengan RGP, silakan lihat di pembahasan lensa RGp, cari aja di search atas.
      Nah, RGP itu dibuat atau dipasang dengan kornea dengan parameter lengkungnya lebih flat atau rata, dengan tujuan menekan kornea yang tinggi itu, umumnya hanya di pakai di malam hari saja.

      Untuk lebih jelas anda bisa menghubungi Dr. Rini Mahendra, Sp.M. yang specialis Pediatric Opthalmology untuk mata itu. Beliau praktek di bilangan BIntaro. Anda bisa cari di web yaitu: http://mahendraindonesia.com/
      Semoga membantu 🙂

      Reply
  43. mas saya mahasiswa disalah satu ARO di indonesia
    ada salah satu pasien dia tidak nyaman dgn kcmata brunya & sngat tdk nyaman melihat komp.
    umur 36thn
    rxnya
    OD -050C-075×120
    0S -050C-075×120
    saya cek ukurannya tepat,amplitudo akomodasinya tdk masalah,npc nyapun ga masalah, apa lg yg harus saya lakukan ya?Harap bantuannya

    Reply
    • @Gilar, Kalau memang semua refraksi sudah ok, memang mestinya nggak ada masalah yaaa, Apalagi udah dicek amplitudo akomodasinya segala. termasuk npc (near ponit ..) wah yang ini aku juga belum tahu tuh.
      Untuk itu, perlu dilihat kasus per kasus, mulailah dengan kacamata lama kalau memang ada dan enak nggak tuh kacamata lama, adakah perubahan resepnya walaupun hanya 0.25 D, terus jenis lensanya, adakah perubahan terutama bahannya, dan terakhir sebenarnya memang usia pasien itu hampir mengarah ke presbyipia, memang masih 4 tahunan rata-rata, namu ada juga yang presbyopia dini, dan kalau dihubungkan ada nggak nyaman saat melihat komuter itu berarti jarak sedang mau mengarah ke dekat.
      Saya kira coba lihat satu per satu yaaa…

      Reply
  44. terima kasih pak. saya mau nanya lagi ni, klo visus maksimum anak pada usia perkembangan mata (kalau tidak salah 0-6 thn) berapa ya? apakah hasus selalu mencapai 6/6, bukankah jika tak terkoreksi penuh dapat mengakibatkan ambliopia.

    Reply
    • @gilar gumilar,
      Ok sedikit materi dan insyaAllah saya akan buat posting lengkapnya.
      Untuk usia 3 tahun visus rata-rata sampai 20/30 bisa konvergensi untuk melihat dekat, 4 tahun mendekati 20/20, 5 tahun juga 20/20 dan udah bisa mengenal persepsi yang dalam, akhirnya pada 6 tahun udah 20/20 atau normal atau 6/6 secara penuh.

      Jika ada kelainan dan tidak di koreksi maka akan tidak terlatih akibatnya jadi males ata lazy eyes atau amblyopia, namun hal ini sangat terjadi jika terjadi pada satu mata, sedang mata yang satunya normal, sehingga dalam perjalanan hidupnya selalu melihat dengan sebelah mata, akibatnya yang satu jadi males karena tidak atau kurang difungsikan.

      Reply
    • @Supriyanto,
      Iya nih.
      Itu hanya beda warna outputnya aja. dan hanya setting saat produksi. Namun demikian pernah ada yang bilang kalau warna hijau itu lebih mudah membuatnya. Prinsipnya hanya ada pada panjang gelombang yang di atur saat plasma gun di tembakkan saat proses coating dalam ruang hampa udara itu.
      Tentu ada beda di kosmetiknya, menurut anda bagus mana…

      Reply
    • @ade,
      Untuk alat-alat tunggu sebentar lagi yaa, di sini sedang disiapkan mulai dari orang masuk sampai jadi kacamata lengkap.
      maksudnya mulai alat untuk periksa, stell, potong/edging dan sebagainya ada.
      Sabar yaaaa, yang pasti paling murah dan service purna jualnya mantap…
      🙂

      Reply
  45. Mas, saya mau tanya, keponakan saya yang umurnya sekitar 6tahun mengalami gangguan mata.
    salah satu matanya tidak bisa melihat, misalkan mata kiri kita tutup, mata kanan bs melihat dengan jelas, tetapi mata kanan ditutup mata kirinya tidak bisa melihat apa2, itu berarti mata kirinya ada masalah, tolong dibantu, thx

    Reply
    • @Supriyanto,
      Sedapat mungkin pakai tangnya mas, tang temple yang ada plastik double.
      kalau frame plastik yaaa pakai tangan aja, di panasi.
      Di ubah naik / turun.
      Kalau tangnya tidak cukup yaaa bisa pakai tangan juga, atau dengan tang yang plastik dan metal tapi ambilnya dari arah atas mengarah ke bawah dan gerakan memutar ke atas atau atau bawah, tapi agak sulit dan kemungkinan lecet.

      Reply
  46. Pagi Mas minta info ttg LASIK kriteria calon pasien yang bisa di LASIK spt apa yo mas (dr sisi anatomi matanya) ditunggu mas…

    Reply
  47. Mas. apakah frame nylon & frame bor bisa memakai lensa kaca? saya bingung karena ada yang bilang bisa & ada yang bilang gak bisa.. Thx..

    Reply
    • @Supriyanto,
      Kalo Nylor gak masalah, buat aja, cuman mesti hati-hati naruhnya, karena bagian bawah gak ada batas dan kaca bisa gompel.

      Sedang kalau BOr,Terus terang saya pernah pasang, dan itu special banget. Waktu itu beli Cartier yang mahal, terpaksa di lab melawai saya kontak dan saya tantang dan ternyata bisa, sampai ganti/order berkali-kali orangnya. Dan akhirnya lab belakangan memutuskan tidak mau lagi karena ternyata banyak makan korban.
      Tentu karena kalau di bor dan pecah harus buat lagi. Itu resiko.

      Reply
    • @Supriyanto,
      Tetap mas,
      PD meter walaupun digital cuman mengukur PD, sedang progressive khan juga perlu PV atau Pupil Height nya, jadi yaaa tetap di titik lurus dengan pupil pasien.
      OK 🙂

      Reply
  48. Mas, ada pasien yang memakai kacamata dengan lensa progressive, dan mengeluh jika melihat ke samping (posisi kepala dan kacamata tetap, tapi bola mata yang bergulir ke samping) menjadi kabur, jika memakai kacamata bifokal tidak demikian, apa yang terjadi dan bagaimana mengatasinya mas? thx..

    Reply
    • @Supriyanto,
      itulah bedanya lensa progressive dengan lensa bifokal, dimana lensa progressive ada daerah yang emmpunyai aberasi dan distorsi yang tinggi yang tidakbisa di gunakan, tentu juga tergantung produk lensa progressive yang di pakai, artinya dengan design yang bagus dan dengan teknologi mutakhir lensa progressive bisa memberikan penglihatn sampaing yang optimak. misal essilor atau merk ternama yang lainnya.
      Kalo lensa bifokal daerah atas memang single aja, jadi penglihatan lurus maupun ke samping sama jelasnya.
      Begitu mas…,
      Untuk mengatasinya, mengajari pasien jika melihat ke samping maka menoleh aja, jangan melirik, atau cari produk lensa yang soft design, atau multi design seperti varilux comfort atau yang belakangan saya posting itu.

      Reply
  49. Mas Kastam, mohon info dong dimana ARO yg ada di jakarta?. saya dengar di daerah ciputat dan cempaka putih namun saya belum mengetahui detailnya. Atas bantuannya…terima kasih

    Reply
    • @Freddy,
      Ada ARO Leprindo di daerah Ciputat, yaitu jl. Ciputat Molek Selatan Blok F No.1 Ciputat Jakarta Selatan 15419 Telp./Fax (021) 7422300
      ARO Gapopin juga di ciputat
      ARO di cempaka Putih, baru mau operasional

      Reply
  50. saya , mau menolong para RO yang mau mencari kerja di daerah PALEMBANG. tapi kalo bisa sementara yang berpengalaman dulu minimal 5 tahun . nanti kalo usaha saya dah maju baru dech saya buka lowongan untuk para RO yang baru lulus.
    kalo ada yang berminat silahkan kirim ke optik laser . Jl. Lingkaran 1 ( dempo luar ) Palembang . up/ bapak agus. terima kasih.

    Reply
  51. Mas, bagaimana cara kerja lensa photogrey/brown? mengapa lensa yang tadinya bening bisa menjadi gelap jika terkena sinar matahari? Apa yang dimaksud dengan lensa polaroid?

    Reply
  52. pak,

    saya sudah 20 tahun lebih memakai kacamata, dan silindris kiri dan kanan. 5 thn terakhir, mata kiri saya cenderung tambah menonjol, nampak sekali tidak seimbang dengan mata kanan. entah mata kanan sebaliknya tambah mengecil, atau efek dari menonjolnya mata kanan jadi keliatan kecil 🙂

    yang ingin saya tanyakan, apa sebabnya mata bisa tambah menonjol/ membesar seperti itu ya pak? bagaimana penyembuhannya? apakah setelah dilasik otomatis mata bisa kembali ke ukuran normal? makasih banyak atas jawabannya.

    salam

    sam

    Reply
    • Mesti lengkap ukuran bapak berapa, minusnya tinggi gak, dan kanan kiri sama atau beda jauh.

      Orang minus apalagi minus tinggi, memang mata kelihatan menonjol karena axial atau panjang sumbu utama bola mata kita itu panjang, oleh karena itu juga sehingga sinar yang masuk mata tidak bisa fokus di retina, karena saking jauhnya maka jatuhnya di depan retina, akibatnya jadilah perlu kacamata minus.

      kalau di lasik hanya mengurangi sebagian kecil puncak mata kita pak, paling tinggi di kurangi 140 mikron di tengah-tengahnya persis. Bisa dibayangkan berkurangnya.

      Lain lagi, besar atau mengecilnya mata bisa jadi pengaruh minifikasi atau pengecilan dari efek lensa minus yang tinggi.
      Demikian pak…. Ada yang mau menambahkan…?

      Reply
      • makasih atas jawabannya 🙂
        seingat saya kira2 yg kiri (yg menonjol)minus 1 1/2 dan yang kanan 2 1/2. yang kanan justru lebih berat minusnya pak.
        silinder seingat saya lebih dari 1. sudah lama banget ga nambah ukuran.
        ada saran ga Pak, supaya ukuran mata balik normal lagi, apakah penggunaan softlens bisa meminimalisir? hehe. makasih banyak ya pak Kastam dkk

        Reply
        • @sam,
          Oh, ternyata minusnya kecil. Berarti jawaban saya di atas salah, meskipun itu juga umum terjadi.

          Kalau menonjol atau mengecilkan adalah kondisi fisik, bukan efek bayangan dari kacamata maka pakai lensa kontak juga sama saja pak.

          Tapi sebaiknya konsul ke dokter mata untuk dilihat misal tekanan bola matanya tinggi nggak, kalau semua ok, maka mata menonjol ya gak masalah sih pak. 🙂

          Reply
  53. Saya sensitif sekali dengan pupil distance. PD saya skrg 62. Pernah saya salah dikasi 64, dan akibatnya saya pusing sekali dan jalan serasa bergerak.

    Sekarang ini saya baru ganti dua pasang lensa kacamata, dan sayangnya keduanya PDnya meleset. Satu pasang 61, pasang yg lain 63. Akibatnya kembali saya lumayan pusing.

    Apa ada akibatnya jika PD itu tidak tepat? Efek jangka panjangnya??

    Terima kasih untuk membantu

    Reply
  54. Mas,saya pernah cek mata dengan hasil sbb:

    Sph -> R= -1.75 ; L=1.50
    Cyl -> R= 0 ; L= -0.25
    Axis -> R=0derajat ; L= 160derajat

    1. Pengertiannya itu gimana ya, Mas?

    2. Nah saya bingung milih lensa dengan berbagai varian tawaran yang kayaknya semua butuh :p
    Ada lensa polarized yang membantu menghilangkan bias sinar;

    Ada lensa anti UV yang membantu meredam sinar radiasi UV, komputer/televisi,

    Ada lensa yang lapisannya anti air (jadi air tidak mudah menempel/mengembun seperti kebanyakan lensa, seolah ada lapisan minyaknya, begitu kena air, lensa langsung bersih), dan masih banyak yg lain.

    Nah fungsinya kayaknya semua butuh 😀
    Bisa minta tolong kasih saran dong, lensa yang mengadopt fungsi2 itu apa ya?

    3.Last question, seberapa efektifkah therapi mata untuk penyembuhan seperti product NVPro (http://naturalvipro.com). Apakah itu dapat cukup membantu penyembuhan mata, Mas?

    Terima kasih banyak untuk pencerahannya..

    Reply
  55. tanggal 02 Maret yg lalu, saya baru beli soft lens merk omega warna biru.

    karena murah, saya bilang “iya” gitu aja.

    padahal pegawai optik sudah bilang bahwa yg kiri tidak terlalu pas di mata saya. stelah beberapa lama pemakaian saya baru ngerasain perih di mata kiri saya. si pegawai optik ga bilang kalo bakal ada indikasi kaya gini. dan lagi teman-teman bilang soft lens biru tidk cocok untuk saya. saya jadi menyesal membelinya. jika bisa, saya ingin jual saja. apa lagi saya sudah terkadung beli cairan pembersihnya masih sisa banyak. dan soft lensnya baru terpakai 2 kali. mohon solusinya. .

    Reply
    • @Mirah,
      Pegawai optik sebenarnya diawal sudah memberi petunjuk dan pendapatnya, namun anda kelihatannya saking pinginnya jadinya di ok in aja.

      Memang jika fitting tidak bagus ada aja keluhan seperti mengganjal juga tidak stabil di tempatnya dan bisa jadi perih seperti yang anda rasakan.

      Coba cek, apa ada kondisi fisik dari lensa kontak itu yang rusak, misal gompel atau luka atau ada kotor.

      Lensa kontak itu hanya untuk satu pemakai jadi kalau udah dipakai tidak bisa di jual lagi, lain halnya kacamata. Karena sifatnya kontak ke mata dan tidak mungkin dipindahkan ke orang lain.
      Jadi yaaa kalau mungkin di pakai, kalau tidak memungkinkan karena satu dan lain hal maka yaaa stop jangan dipakai, dari pada ntar mata anda yang bermasalah.
      🙂

      Reply
    • @emin,
      kalau pemeriksaan streak khan mengamati gerakan bayangan dan mengoreksinya sampai tidak ada bayangan , maka sepertinya itu tidak berlaku untuk melihat prismanya…

      Reply
  56. ass,, mas kastam setelah sering baca topik optikonline pengthuan saya tentang optik sdkit bertambah mskpun saya bkn RO, dan yang penting ilmu itu menunjang saya dalam bekerja,alhamdulilah sekarang saya udh kerja lg di optik mdh2an optik online slalu jd jendela informasi dlm dunia optik ,

    Reply
  57. dear doct..
    sy sering bgt kerja depan komputer…setelah diperhatiin kok setelah beberapa kali kejadian sering migran ato pusing2 gitu kl kelamaan depan komputer…sy baca ada jenis lensa anti elektro magnetic induction (anti-EMI) yg mampu menahan sinar dr layar komputer…apa itu benar?
    kl memang benar, bisa diberikan info merk apa yg bgs?kira2 harganya berapa yah doct..??

    makasih…

    Reply
    • @anin,
      Maksudnya Jawa itu mana yaaa,…..

      Ok lah, di Jakarta ada 3, di Bandung ada 1, di Kerawang ada 1, di Semarang ada 1-2, di Surabaya ada 1

      Prospeknya, Pengangguran lulusan RO adalah 0 % asal mau kerja….
      Tempat kerja di Optik, laboratorium lensa/lensa kontak, pabriknya juga, PNS, Rumah sakit, klinik mata (kayak saya) dll….

      Reply
  58. Saya ingin menanyakan mengenai kesehatan mata, saya mengalami perubahan pada mata saya, saat saya melihat benda bergerak, maka akan timbul pusing dimata, seperti contoh apabila saya melihat kereta yang berjalan, maka pusing saya akan timbul.

    Belakangan ini, saya juga mengalaminya pada saat menonton televisi, namun tidak sering.

    Saya pria umur 28 tahun. Apa yang harus saya lakukan. Terima kasih.

    Reply
    • @David,
      Sebenarnya saya juga demikian mas, dan saya rasa kebanyakan orang juga demikian, kalau melihat benda bergerak apalagi cepat, rasanya kayak mau ikut dan akibatnya kita jadi pusaing.

      Nah, kalau nonton TV jadi begitu itu karena mata jadi lelah dan akibatnya ada astenophia atau sakit kepala…

      Yaaaa… kurangi atau sebentar- sebentar tinggal lihat yang lain…

      Lebih baik datang ke dokter aja mungkin ada vitamin untuk itu

      Reply
  59. saya mau tanya,, dari kecil saya suka sakit pada mata sebelah kiri saya, biasanya terjadi karena,,terlalu banyak tidur, kurang tidur, lelah, masuk angin, terbangun karena terkejut atau kaget, dan melanggar rutinitas istirahat saya, rasa sakitnya seperti perih sekali, pegal-2 pada mata, seperti tertusuk jarum,, saya sudah periksa ke beberapa dokter mata,, tapi hasilnya mata saya dikatakan baik-baik saja,, melalui test baca juga tidak ada masalah, untuk penglihatan juga tidak ada masalah,, bisa dibilang mata saya masih sangat bagus untuk melihat dan membaca,, dan apabila sedang sakit mata kiri saya, tidak terdapat tanda-2 yg terlihat,,, atau mata merah dan sejenisnya,,( biasa saja), seringkali orang lain tidak percaya apabila saya katakan bahwa mata kiri saya ini sedang sakit,, tolong mas minta penjelasannya tentang mata kiri ini saya,, sebelumnya terimakasih banyak.

    Reply
    • @Yudha Dwi Umbara,
      Waduh mas, lha wong udah ke dokter yang di lihat langsung aj di diagnosis gak papa, apalagi saya dengan jarak jauh..

      Yang pasti anda ada keluhan , berarti ada masalah…, cuman tidak ada tanda ini yang membuat dokter sulit untuk diagnosa…
      Tapi sepanjang anda taat dengan pol ahidup yang seharusnya aman2x aja khan..

      Semoga gak terjadi hal yang serius..

      Reply
  60. Assalamu’alaikum
    Mas Kastam, gimana kabarnya? Sebenarnya sih pengen nanya via YM, tapi takut ganggu kerjaan Mas Kastam

    Sebelumnya terima kasih banget ya mata ku sudah sembuh total dari myopi yang cukup tebal berkat Lasik di I Care Lasik.

    Mas, sebenarnya sih selain Myopi, sejak kecil nampak dimata saya tuh ada yang mengambang yang lazim disebut floater. Saya sudah mencari di internet (termasuk disitus ini) dan pada intinya berkesimpulan bahwa,

    bila floater tidak disertai gejala lain maka tidak berbahaya

    namun bagi saya tetap saja mengganggu, karena itu yang ingin saya tanyakan adalah:
    1. ada nggak sih rekomendasi obat tetes atau obat minum/ obat Tradisional dsb untuk menghilangkan atau meminimalisir floater?

    2. pada blog I care lasik, mas menjawab “Keluhan itu dinamakan floaters. Silakan datang ke dokter mata untuk periksa dulu. Biasanya di beri obat tetes”, obat tetes apa mas yang dimaksud? apakah obat itu bisa menyembuhkan floater?

    3. di salah satu situs dikatakan bahwa Vitreolenta dan minum antioksidan (vit. A,E,C) bisa membersihkan floater (http://www.rsmyap.com/component/option,com_joomlaboard/Itemid,42/func,view/catid,2/id,1335/) bener nggak tuh?, kalo bener dimana saya bisa dapatkan obat tetes vitreolenta? apakah di I care Lasik, obat itu tersedia?, kapan waktu yang tepat untuk saya gunakan mengingat saya belum sebulan di lasik dan masih menggunakan obat tetes Hialid

    4. Dokter Heru menyarankan saya meminum nutrivision, namun bukan dalam kaitan gangguan floater, melainkan lebih kepada kerjaan saya yang didepan komputer, dan saya sudah mengkonsumsinya 2 hari yang lalu, yang ingin saya tanyakan apakah nutrivision bisa menghilangkan/meminimalisir floater?

    5. Thx ya mas atas jawabannya

    Reply
    • @Erwan,
      1. Obat yang biasa di berikan adalah Vitreolenta.
      2. Nah, biasanya yaaa di beri obat Vitreolenta itu.
      3. Vitreolenta ada juga di i Care, silakan nanti pas kontrol sekalian cerita ama Dokternya dan minta di resepin obat itu.
      4. Nutrivison, vitamin untuk mata seperti halnya ekstrak burberry yang memang baik untuk mata dan bukan khusus untuk floaters, namun demikian usahakan minta penjelasan untuk hal itu.
      5. Sama-sama…

      Reply
  61. dok, pacar saya ada masalah dengan matanya. pada waktu itu matanya kelilipan dan meninggalkan baret/lecet dibagian kanan yang putihnya. sudah seminggu mata berair terus & memerah apalagi klo ngliat rasanya sprti ada yang mengganjal.. apa yang terjadi pada mata pacar saya dok? kbetulan dia tidak suka obat minum,klo obat salep atw obat tetesnya apa ya dok??

    Reply
    • @emin,
      Memang salah penyebab ablatio retina adalah high myopia, karena orang myopia itu panjang axial nya khan panjang, kalau tinggi sekali maka akan panjang sekali dan karena panjangnya itu ada tarikan di daerah belakang, kayak gampangannya balon kita tiup kecil dan kita tiup besar sekali, maka kalau besar sekali balon itu akan tipis, bahkan ada yang kelihatan tipis atau lubnag atau bahkan meletus dan kalau analogi nya di mata maka lapisan retina itu mau lepas, kayak wallpaper atau cat dinding kita yang mau lepas, itulah ablatio retina. apalagi ada trauma pada orang myopia tinggi…

      Reply
  62. Pak, saya mau nanya tentang lensa yg bisa bantu melihat warna green & red, agar bisa lolos tes buta warna, apakah di jual di indonesia, klo ya bisa minta alamatnya, tks b4

    Reply
  63. aquwh ru kelas 3SMA tp pgen nglanjutin di sekolah optik geto?!?! bisa kan??

    info sekolah optik di Semarang dunk???alamat website,,,

    Reply
    • @anin,
      Bisa saja pak,
      Sekolah di semarang ada HAKLI dan apa gitu.
      Coba sampeyan tanya ke Bapak Halim Optik Metro di Semarang. 024-70205575, 024-70505585.

      Reply
  64. Kornea Mengecil dan Menghilang
    saya mengalami penyakit mata dari kecil dimana gejala awalnya adalah mata kanan saya merah sebelah sejak kecil dan pada sedikit demi sedikit warna hitam pada mata saya (Kornea) menghilang, yang menyebabkan rabunnya mata saya dan terkadang sebelah mata kanan tersebut tidak bisa melihat sama sekali dengan kondisi yang sekarang ini pada umur 22 kornea mata saya menghilang.

    Mohon kepada rekan2 memberikan pencerahan mengenai penyakit saya ini :

    1. Apakah jenis penyakit yang saya alami
    2. Bagaimana pengobatan yang harus saya lakukan
    3. apakah penyakit ini akan menjalar ke mata kiri saya
    4. dan rumah sakit mata mana yang dapat menangani penyakit saya ini

    demikian sekiranya rekan Optik dapat memberikan pencerahannya.

    Reply
    • 1. Apakah jenis penyakit yang saya alami
      2. Bagaimana pengobatan yang harus saya lakukan
      3. apakah penyakit ini akan menjalar ke mata kiri saya
      4. dan rumah sakit mata mana yang dapat menangani penyakit saya ini

      1. Yang pasti adalah kondisi mata kamu yang sudah sejak kecil terganggu, sehingga struktur bola mata kamu ikutan terganggu. Bola mata akan menjadi mengecil atau disebut phthisis bulbi.

      2.Pengobatan untuk mata kanan , kalau memang sejak kecil sudah terganggu, kemungkinan besar sudah tidak bisa dipulihkan lagi tapi secara kosmetik tentu bisa. Nanti akan dipasang prothese mata palsu buat anda.

      3. tidak, kalau sejak kecil sampai sekarang mata kiri baik2 saja.

      4. JEC, K mata Nusantara, RSCM.

      semoga membantu ya…

      Reply
  65. Dok, mau tanya kenapa ya kalau pakai softlens mata sering merah dan ketika dilepas softlensnya muncul lingkaran merah membentuk cincin pada pinggir kornea… dan mau tanya sebenarnya kadar air pada softlens itu maksudnya apa yah dok? selama ini saya pakai kadar airnya 41%…

    Reply
    • @steve,
      Ma’af sebelumnya saya bukank dokter tapi RO, silakan lihat di about me atas.

      Kenapa merah pakai softlens…
      Pada prinsipnya makanan kornea kita itu adalah oksigen, karena kornea kita tidak ada pembuluh darahnya. Begitu pakai lensa kontak maka oksigen yang masuk mata itu berkurang sekali, di udara lepas oksigen itu 21 %, begitu pakai lensa kontak maka tinggal sekitar 3%. Bayangkan…? mengapa jadi merah?…
      Ini dia.., kornea tetap ingin sehat…, di ateriak pada otak kita… (kayak sandiwara aja yaa..), hai otak kirim makanan dong ke kornea saya, akhirnya mau tidak mau otak memerintahkan darah (yang notabene mengandung oksigen) mengirim ke kornea, lewat mana…?
      Tentu lewat pembuluh darah…., lho khan kornea gak ada pembuluh darah…! makanya.. pembuluh darah yang dari konjungtiva menerobos maksa masuk ke pinggir kornea sampai limbus dan kalau masih kurang maka masuk ke bagian kornea (itulah yang di sebut Nevaskularisasi atau pembuluh baru, yang seharusnya memang tidak boleh ada). Darah itu merah Jendrallll…, (film G 30 S/pki mode on)… makanya kelihatan merah, itulah sebenarnya pembuluh darah yang muncul di sekitar kornea…. (Merah khan..)

      Kedua,… muncul lingkaran merah membentuk cincin melingkar merah di sekitar kornea. Apa itu…?
      Umumnya itu karena fitting lensa kontak anda terlalu ketat, ini bahaya,,,, bisa membuat bengkak, silakan datang ke dokter atau ke optik lagi , silakan di periksa berapa kelengkungan kornea anda, cari yang paling datar dan tambahkan 10%nya dari itu, untuk menentukan kelengkungan lensa kontak anda yang ideal…, termasuk mengapa merah terus… karena bisa jadi terlalu ketatnya pemasangan lensa kontak membuat lensa kontak tidak bisa bergerak dan itu tidak baik.

      Ketiga, maksud kadar air….
      jika ada tulisan 41% water content adalah, bahwasanya… agar lensa kontak bisa lembut dan stabil maka ada air dalam lensa kontak, nah 41 % artinya 41 bagian dari lensa kontak itu adalah air.
      Fungsinya untuk mengalirkan oksigen yang di udara merambat pada lensa kontak.
      oksigen itu O2 dan air itu H2O….

      Mana yang baik, relatif…

      Saya udah pernah bahas topik ini… silakan cari dipencarian pasti ketemu… tuh.. di pojok kanan atas…
      tks yaaa

      🙂

      Reply
      • Maap sblumnya kalau salah, berarti kadar air di softlens itu kalau makin tinggi makin banyak oksigen yang masuk? iya yah pantesan mata ku merah terus … mgkn softlensnya tidak bergerak sama sekali… thx banget atas infonya ^^

        Reply
        • @steve,
          hampir betul mas,
          Maksudnya… mesti diperhatikan air mata kita juga, karena 41 % misalnya, dia supaya tetap stabil itu perlu air dari mata kita, karena lensa kontak tidak mengeluarkan air, melainkan butuh air…., nah kalau air mata kita bagus, baik jumlah maupun kwalitasnya maka akan menjadikan oksigennya banyak ke mata dan kornea jadi sehat, namun demikian jika mata kita termasuk yang kering maka lensa kontak jadi masalah seperti kering dan sangat berasa atau mengganjal sehingga jika di tetes jadi enak…. seperti itu kira-kira.
          Terima kasih telah mengunjungi dan berkomentar di blog saya,… sering kunjungi dan beri tau teman atau share aja di facebook anda… 🙂

          Reply
  66. slmt siang…. dok!
    saya mau tanya, kalau buta warna itu bisa di sembuhkan apa tidak? terus apa obat atau anjuran untuk pengobatan buta warna untuk saya? thks
    sukses selalu…

    Reply
    • @Romli,
      Kebetulan saya belum pernah dengar untuk menyembuhkan seseorang yang buta warna…
      Karena umumnya itu dari bawaan lahir atau kongenital
      Jadi yaaaa gak ada obatnya…
      atau ada yang tahu,…..

      Reply

Leave a Comment