TATA CARA PERMOHONAN IZIN Buka OPTIK (SIPO)

Waktu ada yang sedang online di YM dengan saya dan tanya-tanya tentang optik juga izinnya gimana, nah kali ini saya kutipkan aturan izinnya dari peraturan aja, biar shokeh, apa an tuh.

Bagi anda yang sudah cukup modal dan ingin buka optik yang legal maka ini tata cara perizinannya untuk mendapatkan SURAT IZIN PENYELENGGARAAN OPTIK (SIPO) sesuai dengan KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1424/MENKES/SK/XI/2002 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN OPTIKAL.

Pemohon mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan melampirkan persyaratan administrasi meliputi:

  1. Akte pendirian perusahaan optikal yang disahkan oleh Notaris untuk penyelenggara yang berbentuk perusahaan bukan perorangan;
  2. Surat keterangan dari pejabat setempat yang berwenang menyatakan bahwa pemohon adalah penduduk dan bertempat tinggal tetap di daerah kewenangannya (minimal Camat/fotokopi KTP terlampir);
  3. Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau Surat Keterangan Bebas Izin Tempat Usaha (SBITU) dari Walikota/Bupati setempat;
  4. Surat pernyataan kesediaan refraksionis optisien untuk menjadi
    penanggungjawab pada optikal / laboratorium optik yang akan didirikan,
    dengan kelengkapan:

    a. Surat perjanjian pemilik sarana dengan refraksionis optisien tersebut;
    b. Surat keterangan dari pejabat setempat yang berwenang, menyatakan
    bahwa refraksionis optisien calon penanggungjawab bertempat tinggal
    / berdomisili di kabupaten/kota yang bersangkutan atau fotokopi KTP
    terlampir;
    c. Fotokopi ijasah refraksionis optisien yang telah dilegalisir.
    d. Surat keterangan sehat dari dokter.
    e. Pas foto 3 (tiga) lembar ukuran 4×6 cm.
  5. Surat pernyataan kerjasama dari laboratorium optik tempat pemrosesan lensa-lensa pesanan, bila optikal tidak memiliki laboratorium sendiri;
  6. Daftar sarana dan peralatan yang akan digunakan;
  7. Daftar pegawai serta tugas dan fungsinya;
  8. Peta lokasi sebagai penunjuk wilayah tempat domisili optikal/laboratorium optik;
  9. Denah ruangan dibuat dengan skala 1:100;
  10. Surat keterangan dari organisasi profesi/asosiasi setempat yang menyatakan bahwa refraksionis optisien yang diajukan hanya menjadi penanggungjawab dari optikal yang mengajukan izin tersebut, dan diketahui oleh organisasi pengusaha optikal setempat.

Dan bagi yang udah punya optik terus ingin memperbaharuinya maka aturannya:

  1. Dalam waktu 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya izin, pemilik atau penanggung jawab dapat mengajukan permohonan pembaharuan izin.
  2. Pembaharuan izin dilakukan apabila :a. masa berlaku izin sudah berakhir;
    b. optikal /laboratorium optik pindah alamat;
    c. status kepemilikan berubah;
    d. terjadi penggantian penanggung jawab.
  3. Permohonan pembaharuan izin diajukan secara tertulis kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dengan melampirkan: a. Surat izin lama.
    b. Keterangan pindah alamat, status kepemilikan dan atau nama penanggung jawab yang baru.
    c. Persyaratan administrasi yang diperlukan sebagaimana dimaksud pada tata cara permohonan (Huruf A).
  4. Selama proses penyelesaian pemohonan pembaharuan izin, optikal/laboratorium optik tetap melakukan kegiatannya berdasarkan izin sebelumnya .
  5. Izin optikal/laboratorium optik yang permohonannya telah memenuhi syarat ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan setempat selambatlambatnya 1 (satu) bulan terhitung dari diterimanya surat permohonan pembaharuan izin dimaksud.
  6. Izin pembaharuan optikal/laboratorium optik yang permohonannya belum memenuhi syarat harus dikembalikan surat permohonannya beserta lampirannya kepada pemohon dengan surat pengantar tertulis selambatlambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal penerimaan permohonan dengan menyebutkan syarat-syarat yang masih harus dipenuhi.
  7. Izin pembaharuan optikal / laboratorium optik yang permohonannya ditolak, maka harus dikembalikan surat permohonannya beserta lampirannya kepada pemohon dengan surat pengantar tertulis selambatlambatnya 1 (satu) bulan sejak penerimaan permohonan dengan menyebutkan alasan-alasan penolakannya.

31 Komentar

  1. Reinhard Balas

    Pak kastam, bisa dibantu gak untuk pembuatan Proposal Bisnis Optik dengan pihak donatur.
    Thks

  2. iara Balas

    salam kenal pa, iara di sini pgn tny klo ngurus ijin dinkes apakah ro sbg pngjwbnya hrs anggota iropin? dan apakah 1 ro bs btgjwb untuk lbh dr 1 optik di kota yg sama? trmksh., salam 🙂

    • Kastam PenulisBalas

      @iara,
      salam kenal juga.
      Syarat mengurusnya yang mesti ada surat rekomendasi dari organisasi profesi (dalam hal ini Iropin yang diakui), nah, tentunya surat itu akan di keluarkan jika Ro ybs adlah anggota Iropin. jadi saat mengurus surat rekomendasi itu, sekalian daftar anggota IROPIN.
      1 RO menurut peraturan hanya boleh satu optik

  3. reina Balas

    malam pa,
    saya mau mohon bantuan nya untuk pengajuan proposal membuka optik di pusat perbelanjaan.
    ada kah langkah-langkah nya?

  4. Kastam PenulisBalas

    kalau mau membuka optik di pusat perbelanjaan biasanya sama aja dengan buka toko.
    Silakan anda datang ke kantor pengelolanya… trus tanya masih ada stand yan gkosong atau mungkin ada tempat yang anda taksir, kemudian anda sewa dan sampaikan maksud anda untuk buka optik.

    nanti dari pihak pengelola akan memberikan syarat apa saja yang di perlukan.

  5. Ahmad Ismawan Balas

    assalamualaikum pa kastam.. saya mawan.. dulu di optik sama kaya bp juga.. sekarang saya udah buka optik di kalimantan kutai kartanegara,tapi dalam pengurusannya saya agak ribet.. saya diminta surat keterangan, yang isinya ada dokter yang bersedia jadi pengawas optik… apa memang harus ada dokter pengawasnya pa? setau saya sih ga ada.. apa memang peraturan baru? trims… mawan

    • Kastam Balas

      @Ahmad Ismawan,
      Secara nasional tidak, tapi khan sekarang otonomi daerah.
      Jadi bisa juga di lakukukan itu.
      Coba berikan saja peraturan yang ada.
      Mengenai syarat-syarat SIPO.
      kalau kepmenkes 1412 itu sih RO yang bertanggung jawab.
      🙂

  6. widya Balas

    Dear Pak Kastam,

    Pak, saya ingin pasang iklan di blog Bapak, apa saja persyaratannya ya pak? Mohon informasi.
    Terimakasih.

    • Kastam Balas

      @widya,
      Terima kasih.
      Maaf tadi chatting gak ke jawab, saya lagi periksa pasien.
      Silakan kirim materi iklannya. Banner gambar ukuran sesuai mau di taruh mana dulu.
      Disamping banner adakah materi artikel yang mau di tulis.
      Semua di kirim ke email saja: kastamonline@gmail.com

      untuk harga sesuai besar banner dan letaknya di mana.
      Sangat murah meriah kok.
      Mulai Rp 125.000/bulan
      Tks

  7. Adinda Nelma Balas

    Assalamu’alaikum pak kastam yang ganteng, selamat malam….informasi terkini untuk mendapatkan SIPO, ada tambahannya pak yaitu : UUG, IMB,NPWP, sertipikat tanah / kalo sewa ada surat sewa…..

  8. dede Balas

    Mas mau tanaya, apa beda Toko kacamata, optical dan optik, saya sering lihat toko kacamata ……., J…. Optical, Optik T….. Bedanya apa tuh Mas. Mohon pencerahan. Terimakasih

    • Kastam RO PenulisBalas

      Optical dan Optik sebenarnya sama, hanya Indonesia dan English language aja.
      Itu Optik yang berijin sesuai aturan negara dimana didalamnya bisa melaksanakan pelayanan refraksi, optisi dan lensa kontak.

      kalau toko kacamata, hanya bisa menjual bingkai dan sunglass, tidak boleh membuat atau proses lensa ukuran resep.

      tks

  9. junianto Balas

    Mas mau tanya, trus bagai mana dgn toko kacamata yg juga pelayani pembuatan kacamata(ada pengecekan juga) padahal kan dia bukan optik, yg tentu izinnya pun pasti berbeda?

    • Kastam PenulisBalas

      sejatinya toko kacamata hanya boleh jual frame lens dan sunglass dll serta tidak melakukan pemeriksaan dan jual kacamata resep

  10. Tony Balas

    Halo pak kastam, salam kenal. Saya baru mau buka usaha optik, jika saya dalam memasarkan kacamatanya dengan system jemput bola, mengunjungi Kantor2 untuk pemeriksaan mata pegaWai apakah Ada masalah(larangan) perijinan yang harus saya perhatikan?

    • Kastam PenulisBalas

      Secara legalnya, tetep harus ada ijin atau base untuk optiknya.
      Silahkan lihat persyaratan dan pengurusannya di PMK no. 1 tahun 2016
      Tks

  11. Prima Balas

    Dear Pak Kastam, saya mau menanyakan bagaimana jika outlet khusus menjual softlens baik normal ataupun minus. Apakah harus mempunyai SIPO. Terima Kasih

    • Kastam PenulisBalas

      Jika melayani konsumen maka itu perlakuan ya seperti Optikal, jika sebagai grosir maka hanya melayani optik tidak harus seperti Optikal atau ijin

  12. Imam Balas

    Asslamikum…pak kastam…apa /bgimana cara jadi anggota banten krn utk urus ijin praktek di rs…sblmny mks.wslm

  13. Velove Balas

    selamat siang Pak Kastam, mau nanya kalo mau buka toko softlens apakah sama prosedurnya dengan toko optik? dan apabila buka penjualan softlens melalui website saja, tidak ada toko fisik, syarat nya sama kayak di atas jg pak? Terima kasih sebelumnya.

    • Kastam PenulisBalas

      Lensa kontak termasuk alat kesehatan di bidang Optik, maka selain grosir atau jika diresepkan ke pemakai maka ijinnya sama dengan ijin optik.

  14. Itha Balas

    Selamat malam pak kastam. Saya berencana buka optik tapi atas nama optik yg sdh beroperasi, tmpat krja saya dulu. apa bisa? dan apa perlu izin seperti pembukaan optik baru pak? Terima kasih sebelumnya 😊

    • Kastam PenulisBalas

      Tetep ijin sebagai buka baru (cabang) sama saja, karena perlu penanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *