Wah melihat judulnya seperti pentas politik atau pertandingan sepak bola atau kompetisi dan sejenisnya. Namun bukan itu yang ingin saya angkat dalam topik kali ini.
Saya hanya ingin mendudukan beberapa sudut pandang yang mungkin dari masing-masing sudut pandang itu pasti benar, padahal dari sudut pandang yang lain belum tentu benar. Tentu, namanya juga pandangan atau pendapat.
Optik, memang dunia ini sudah ada sejak lama bahkan sejak negera ini belum merdeka aja sudah ada optik, anda lihat para pahlawan nasional kita, para pendiri negara kita yang tua-tua itu pakai kacamata yang terbuat dari plastik dan besar, itulah trend kacamata jaman itu, tentu yang nyediakan adalah optik.
Di Indonesia bahkan sampai sebelum tahun 1991 an sebelum ada sebuah klinik atau rumah sakit mata yang menyediakan layanan lasik, tentu belum ada teknologi itu. Artinya Lasik atau Lasik center datang belakangan di sini, dan sampai saat ini kalo gak salah udah ada 15 tempat untuk lasik di Indonesia, mana aja hayo ?
Secara wajar alaminya pendatang baru di mata yang lama dalam dunia bisnis adalah “saingan”. nah di sinilah yang ingin saya ungkap.
Pendapat dari dunia peroptikan mengenai lasik:
- Lasik mengurangi pasar optik, di mana setelah lasik orang tidak berkacamata lagi.
- Pasien dengan loyalitas tinggi, dan turun temurun akan berkurang jika sudah lasik
Pendapat Lasik center terhadap Optik:
Sebelum di lakukan penyetelan ke wajah pasien atau customer, maka perlu kita lakukan stel standar, tentu ini berlaku untuk kacamata baru yang baru di ambil dan bukan kacamata yang di setel karena ada kasus, misal jatuh, kedudukan dan lain sebagainya.
Baca judul posting kali ini agak aneh kali, e e e nggak kok. coba anda simak baik baik yaaa. Asumsi saya terhadap berita ini bisa jadi memang betul bisa jadi salah tulis bisa jadi salah bertanya.