Ini tahap prakteknya, dimana kita lakukan pemeriksaan refraksi seperti biasa di lanjutkan dengan pengukuran HVID dan Keratometer. Semua data kita kumpulkan untuk kita jadikan acuan dalam pemilihan trial RGP. Untuk pemeriksaan mulai proses anamnesa dan seterusnya tidak usah di bahas yaaa…
Pemilihan BCOR
Perlu anda perhatikan mungkin setiap produk mempunyai tabel konversi atau apalah namanya, yaitu panduan yang dimana BCOR di tentukan dengan melihat besar astigmat korneanya dan diameter yang di pakai, jadi pastikan anda punya daftar itu sebelum fitting. Gak punya…?
Penetuan Diameter
Diameter = HVID – 2 mm ( tergantung tersedianya produk juga)
Pasang TRIAL
Sembari di pasang lakukan banyak komunikasi, akan rasanya, masa adaptasinya, juga setiap kita mau apa-apa selalu beritahu agar tidak kaget tuh pasien.
Masa Stabilisasi
Tunggu sekitar 15 menit, sambil di ajak ngobrol, tentang masa adaptasi dan sebagainya, jika masih banyak berair maka jangan lakukan evaluasi dulu, sampai mata benar-benar normal.
Pengamatan/Evaluasi Fitting RGP
Lensometer adalah jelas alat yang di gunakan untuk urusan pengukuran lensa. Namun dalam prakteknya Lensometer tidak hanya sekedar untuk mengukur ukuran minus plus cyl dan axis saja tapi lebih dari itu. Lensometer di pasaran dan yang di pakai di optik aupun di klinik banyk sekali macamnya mulai dari yang model ngintip, kayak apa aja, baik pakai baterai ataupun listrik dan sampai model digital baik yang semiotomatis maupun yang otomatis. Saya sendiri sudah pernah mengalami yang ngintip saat di kampus di ARO Surabaya, terus yang manual tapi tidak ngintip di Optik melawai dan juga otomatis juga. Nah sekarang di klinik pakainya juga yang otomatis. Kembali ke beberap fungsi lensometer antara lain: