Alat-alat Optik – Phoroptor

Tentu udah banyak yang paham berbagai alat optik yang di perlukan baik itu yang harus minimal ada atau bahkan yang mengacu pada peraturan atau Keputusan Menteri tentang penyelenggaraan optik di Indonesia yang lengkap itu.

Dalam posting kali ini saya coba hadirkan alat optik yaitu phoroptor.

Untuk model dan warna mungkin di pasaran akan banyak sekali, tentu.

Read more

Menentukan Tinggi Segmen Kacamata Bifokal

Kacamata bifokal mungkin saat ini akan mulai ditinggalkan, ini karena adanya lensa progressive yang manjadikan si pemakai tampak lebih muda dan secara fungsinya bisa mengorekasi segala jarak, baik jauh, menengah ataupun dekat.

Namun ada sebagian orang yang karena berbagai faktor tidak bisa menggunakan lensa progressive, akhirnya harus tetap menggunakan kacamata yang bifokal.

Kacamata bifokal adalah lensa dari kacamata yang mempunyai dua fokus, yaitu untukmelihat jauh dan melihat dekat, ini biasa di pakai untuk orang tua yang sudah presbyopia dan biasanya mulai usia 40 tahun keatas.

Model kacamata atau lensa bisa bermacam-macam, ada yang belah dua atau di sebut excutive tapi model ini sudah tidak atau jarang di gunakan, meskipun kelebihannya daerah jauh dan bacanya sama luasnya namun secara kosmetik kurang bagus.

Read more

Penyetelan Kacamata Sudut Panthoscopic

Beberapa posting yang lalu-lau udah di bahas penyetelan sudut temple juga stel standart dan sebagainya, sekarang kita fokuskan pada sudut panthoscopic.

Sudut phatoscopic itu apa sudah pernah saya bahas, silakan search aja di pojok kanan atas. Dan besarannya sekitar 4 – 18 derajat.

Anda tentu ingin dan buat RO harus maklum, bahwa maunya kacamata itu tidak menempel pipi atau menyentuh alis, disamping ada beberapa orang yang alergi dengan metal untuk daerah pipi bisa rusak dan juga akan jelek itu kacamata, meskipun orang itu tembem apa itu gemuk pipinya. Ini udah pernah saya singgung di posting terdahulu yaitu sudut temple.

Sudut panthoscopic ini lebih gampangnya jika kita melihat kacamata dari samping pemakai, nah ada kemiringan dari kacamata itu, itulah sudutnya.

Read more

Penyetelan kacamata (Sudut Temple)

Setelah kita bisa stel standar dan yakin udah rapi, tapi belum tentu setelah di pasangkan ke wajah customer bisa rata dan simetris seperti yang kita harapkan. Ini bisa terjadi karena bentuk wajah pasien kita tidak selalu simetris, misal telinga kita aja belum tentu sama tingginya, hidung kita belum tentu sama ratanya dan sebagainya termasuk tembemnya pipi kita, kemungkinan besar ada bedanya, sehingga kalo kacamata yang tadinya kalo di taruh meja dan di lihat sangat rata dan simetris, bisa jadi begitu di pasang ke wajah kita bisa miring, bisa maju sebelah dan sebagainya.

Nah, kali ini kita coba untuk mengupas dari segi sudut temple dulu. Apa yang mungkin muncul jika tidak simetris dan apa yang akan terjadi jika udah di stel simetris namun di pakai jadi gak simetris.

Kasus yang mungkin ada misalnya : jika kacamata di pakai lensa kanan lebih dekat ke pipi di banding lensa kacamata yang sebelah kiri. Maka kemungkinan penyebabnya adalah posisi sudut temple kiri lebih sempit atau posisi sudut temple kanan lebih lebar. Nah, asumsinya adalah jika terlalu sempit sudut templenya maka akan mendorong kacamata ke depan, bisa bayangkan? sehingga lensa kiri jauh melesat ke depan dan sementara itu lensa kiri jadi menempel di pipi. Sampai di sini paham?

Read more

Standar Penyetelan Kacamata

Setelah kita tahu alat yang di pakai untuk menyetel, meskipun belum semua saya posting, namun udah cukup untuk melakukan penyetelan. Tentunya untuk alat yang belum di posting anda uadah punya alatnya khan?

Stel standarSebelum di lakukan penyetelan ke wajah pasien atau customer, maka perlu kita lakukan stel standar, tentu ini berlaku untuk kacamata baru yang baru di ambil dan bukan kacamata yang di setel karena ada kasus, misal jatuh, kedudukan dan lain sebagainya.

Stel standar meliputi:

Read more

Tang untuk Stel Pad

Kali ini tang yang akan di pakai untuk menyetel bagian pad. yang biasa saya pakai ada 3 macam, yaitu tang bulat lancip semua, tang pipih semua dan tang yang ada coakannya untuk tempatnya nosepad.

Tang padTang yang pipih bulat semua, biasanya say pakai untuk menekuk guard arm nya ke arah bawah dan ke atas juga tang ini bisa lincah masuk di sela-sela lekukan guard arm ( kayak apa aja lincah!).

Tang pipih semua, saya pakai untuk membuka lebar daerah pad dari arah sudut pandang secara vertikal, dengan menjepit di lekukan guard armnya dan tinggal meliuk-liukkan ke kanan atau ke kiri.

Tang padSedang tang yang ada coakannya, tentu ini untuk tempatnya nosepad, dimana misal kita ingin merubah posisi nosepadnya misalnya ingin agak melebar, jika untuk orang yang hidung besar atau ‘pesek’ kayak saya, atau mengarahkan ke dalam lurus untuk hidung kecil dan mancung sekali.

Read more

Tang Stel untuk Temple (Sudut Pantoscopic)

Satu lagi alat tang untuk stel bagian temple yaitu “Holding Plier”, yaitu tang yang di gunakan untuk memegang secara kuat bagian temple atas dan bawah.

Holding plierIni digunakan saat kita ingin menambah sudut pantoscopic atau mengurangi sudut pantoscopic. Model tangnya adalah pegangan berupa stainless dan bagian ujungnya keduanya adalah plastik. Plastik yang ada di tang berguna agar tidak lecet dan ada dua bentuk yang pernah saya lihat, yaitu ada yang bentuk ujung plastiknya ada coakannya agar megang dengan kuat pada temple dan ada juga yang polos aja, namun anda harus menekan dengan kuat agar tidak meleset, saat di gerakkan.

Sudut Pantoscopic, di sini saya sering menjumpai pengertian yang salah yang di tangkap oleh para RO, tentang sudut pantoscopic. Baiklah kita coba bahas di sini yaaa…

Read more

Alat Stel Tang untuk Temple

Kali ini saya coba untuk menyampaikan alat-alat untuk keperluan peroptikan dan dalam hal ini saya tulis posting yang berhubungan dengan penyetelan.

Pada jaman dahulu memang semua serba terbatas, namun karena keterbatasab kita itu kadang kita jadai sangat ahli dan hal itu tidak di miliki oleh orang lain, namun teknologi berkembang dab orang semakin ada saja menciptakan alat yang kadang kelihatan sederhana namun bisa sangat membantu kita para RO.

Tang TempleTang TempleTang adalah salah satu alat yang sangat penting untuk penyetelan, salah satu model tang yang kita gunakan adalah “inclination Plier” atau tang yang di gunakan untuk menyetel bagian temple. Anda bisa perhatikan gambar di samping, tang ini terbuat dari stainless yang kuat, namun memang agak berat, itu juga tergantung design gagangnya yaaa, kalao di buat tidak terlalu tebal tentu tidak berat, di bagian ujung depannya ada yang semacam plastik, ini berguna agar frame yang di jepit dan saat di stell tidak lecet atau rusak. Platik itu di kaitkan dengan skrup dan kalo udah aus bisa di ganti.

Untuk bagian yang lainnya ada yang berbentuk bulat seperti gambar pertama dan ada yang berbentuk lempengan. Yang berbentuk bulat cocok untuk daerah temple di mana di bagian dalamnya itu sempit sehingga dengan model ayng runcing bisa masuk sebagian asal udah bisa memegang dengan kuat.

Read more

Cara Memasang Lensa Kontak Lunak Spheris

Kemarin saya coba lihat di tracker blog ini, ternyata ada yang mencari di search engine Google dengan kata kunci ‘ Bagaiamana cara memasang lensa kontak ‘. Untuk itu mungkin juga perlu di sampaikan terutama bagi orang yang pertama kali ingin memakai lensa kontak tapi masih takut, atau mungkin belum sempet ke optik untuk bertanya pada RO.

Yang perlu di perhatikan sebelum kita memakai lensa kontak adalah:

Read more

Fitting RGP 3

Ini tahap prakteknya, dimana kita lakukan pemeriksaan refraksi seperti biasa di lanjutkan dengan pengukuran HVID dan Keratometer. Semua data kita kumpulkan untuk kita jadikan acuan dalam pemilihan trial RGP. Untuk pemeriksaan mulai proses anamnesa dan seterusnya tidak usah di bahas yaaa…

Pemilihan BCOR

Perlu anda perhatikan mungkin setiap produk mempunyai tabel konversi atau apalah namanya, yaitu panduan yang dimana BCOR di tentukan dengan melihat besar astigmat korneanya dan diameter yang di pakai, jadi pastikan anda punya daftar itu sebelum fitting. Gak punya…?

Penetuan Diameter

Diameter = HVID – 2 mm ( tergantung tersedianya produk juga)

Pasang TRIAL

Sembari di pasang lakukan banyak komunikasi, akan rasanya, masa adaptasinya, juga setiap kita mau apa-apa selalu beritahu agar tidak kaget tuh pasien.

Masa Stabilisasi

Tunggu sekitar 15 menit, sambil di ajak ngobrol, tentang masa adaptasi dan sebagainya, jika masih banyak berair maka jangan lakukan evaluasi dulu, sampai mata benar-benar normal.

Pengamatan/Evaluasi Fitting RGP

Read more

Fitting RGP 2

OK, kita lanjutkan fitting RGP bagian 2 sekarang.

Ada filsafat yang harus di anut dalam fitting RGp yaitu: antara fitting Flat dan fitting Steep.

Fitting Flat berarti ada sentuhan di tengah, memperbaiki astigmat (korne) lebih banyak dari pada yang OnK ataupun yang steep.

Fitting Steep, berarti kebanyakan menyebabkan pelenturan di mata, visus saat berkedip berubah dan jumlah astigmat yang bisa dikoreksi tergantung kelenturan dan ketebalan lensa RGPnya.

Satu alat yang harus di punyai jika fitting RGP adalah SlitLamp, karena saat trial RGP evaluasi Fluorescein sangat di perlukan untuk bisa mengetahui apakah posisinya onK, Steep atau Flat dari hasil pengamatan pola fluoresceinnya.

Pola Fluorescein in RGPKalau kornea spheris maka akan kelihatn rata adanya, dimana genangan air dalam warna hijau yang biasa di tunjukan adanya air di kornea itu merata, namun karena ini topiknya lebih ke kornea yang astigmat maka, tentu tidak rata, untuk itu perhatikan hal ini, yaitu amati daerah sepanjan horizontal dan hindari ruang yang banyak di sepanjang meredian vertikal.

Beberapa pola fluorescein yang perlu diperhatikan:

Read more

Fitting RGP 1

Menyambung posting sebelumnya, sekarang untuk para RO.

Sebelum fitting RGP ada beberapa kaidah yang harus di perhatikan sehubungan dengan fitting RGP.

RGP atau GP itu berada di depan kornea tapi tidak menempel di kornea, melainkan ada air mata di antaranya. Ada hubungan antara Kelengkungan Kornea dengan Power RGP, yaitu setiap perubahan 0.05 mm pada kelengkungan kornea maka ada perbedaan tears lens 0.25 Dioptri.

Misal:

KOD: 8.50/8.23 x 90°, Rx OD: -3.00 C-1.50 x 180° maka jika:

BC RGP: 8.50 >>> maka ini OnK, Tear lens: 0 dan GPnya: -3.00 D

BC RGP: 8.00 >>> maka ini SAM (Steep Add Minus), Tear lens: +2.50 dan GPnya: -5.50 D

BC RGP: 8.75 >>> maka ini FAP (Flat Add Plus), Tear lens: -1.25 dan GPnya: -1.75

Contoh lain:

RADIUS CONTACT

LENS

RADIUS

CORNEA

TEAR

LENS

RX.

KACAMATA

FINAL

RX.

7.80 / 43.25

7.71 / 43.75

– 0.50

– 2.50

– 2.00

7.54 / 44.75

7.63 / 44.25

+ 0.50

– 2.75

– 3.25

7.63 / 44.25

7.42 / 45.50

– 1.25

– 3.25

– 2.00

Read more