Setelah kita bisa stel standar dan yakin udah rapi, tapi belum tentu setelah di pasangkan ke wajah customer bisa rata dan simetris seperti yang kita harapkan. Ini bisa terjadi karena bentuk wajah pasien kita tidak selalu simetris, misal telinga kita aja belum tentu sama tingginya, hidung kita belum tentu sama ratanya dan sebagainya termasuk tembemnya pipi kita, kemungkinan besar ada bedanya, sehingga kalo kacamata yang tadinya kalo di taruh meja dan di lihat sangat rata dan simetris, bisa jadi begitu di pasang ke wajah kita bisa miring, bisa maju sebelah dan sebagainya.
Nah, kali ini kita coba untuk mengupas dari segi sudut temple dulu. Apa yang mungkin muncul jika tidak simetris dan apa yang akan terjadi jika udah di stel simetris namun di pakai jadi gak simetris.
Kasus yang mungkin ada misalnya : jika kacamata di pakai lensa kanan lebih dekat ke pipi di banding lensa kacamata yang sebelah kiri. Maka kemungkinan penyebabnya adalah posisi sudut temple kiri lebih sempit atau posisi sudut temple kanan lebih lebar. Nah, asumsinya adalah jika terlalu sempit sudut templenya maka akan mendorong kacamata ke depan, bisa bayangkan? sehingga lensa kiri jauh melesat ke depan dan sementara itu lensa kiri jadi menempel di pipi. Sampai di sini paham?
Sebelum di lakukan penyetelan ke wajah pasien atau customer, maka perlu kita lakukan stel standar, tentu ini berlaku untuk kacamata baru yang baru di ambil dan bukan kacamata yang di setel karena ada kasus, misal jatuh, kedudukan dan lain sebagainya.
Tang yang pipih bulat semua, biasanya say pakai untuk menekuk guard arm nya ke arah bawah dan ke atas juga tang ini bisa lincah masuk di sela-sela lekukan guard arm ( kayak apa aja lincah!).
Sedang tang yang ada coakannya, tentu ini untuk tempatnya nosepad, dimana misal kita ingin merubah posisi nosepadnya misalnya ingin agak melebar, jika untuk orang yang hidung besar atau ‘pesek’ kayak saya, atau mengarahkan ke dalam lurus untuk hidung kecil dan mancung sekali.