Satu lagi alat tang untuk stel bagian temple yaitu “Holding Plier”, yaitu tang yang di gunakan untuk memegang secara kuat bagian temple atas dan bawah.
Ini digunakan saat kita ingin menambah sudut pantoscopic atau mengurangi sudut pantoscopic. Model tangnya adalah pegangan berupa stainless dan bagian ujungnya keduanya adalah plastik. Plastik yang ada di tang berguna agar tidak lecet dan ada dua bentuk yang pernah saya lihat, yaitu ada yang bentuk ujung plastiknya ada coakannya agar megang dengan kuat pada temple dan ada juga yang polos aja, namun anda harus menekan dengan kuat agar tidak meleset, saat di gerakkan.
Sudut Pantoscopic, di sini saya sering menjumpai pengertian yang salah yang di tangkap oleh para RO, tentang sudut pantoscopic. Baiklah kita coba bahas di sini yaaa…

Tang adalah salah satu alat yang sangat penting untuk penyetelan, salah satu model tang yang kita gunakan adalah “inclination Plier” atau tang yang di gunakan untuk menyetel bagian temple. Anda bisa perhatikan gambar di samping, tang ini terbuat dari stainless yang kuat, namun memang agak berat, itu juga tergantung design gagangnya yaaa, kalao di buat tidak terlalu tebal tentu tidak berat, di bagian ujung depannya ada yang semacam plastik, ini berguna agar frame yang di jepit dan saat di stell tidak lecet atau rusak. Platik itu di kaitkan dengan skrup dan kalo udah aus bisa di ganti.
Penegasan amal kenapa kita orang mau sholat, itu karena kita masih di beri Iman sehingga kita wajib syukur kepada Allah. dan di singgung Jum’atan tidak bisa di lakukan sendiri, namun harus berjamaah minimal 40 orang. Kita juga tidak mengolor-ngolor waktu untuk datang ke masjid, karena pada hari jum’at itu semua malaikat ikut jum’atan dan menunggu di depan pintu masjid guna mencatat semua yang datang, yang akhirnya catatan itu nanti akan di laporkan kepada Allah SWT. Jika seorang khotib sudah naik mimbar maka buku itu di tutup dan siapa yang datang setelah itu tidak di catat selanjutnya malaikat ikut mendengarkan khutbah, makanya kalo khutbah jangan tidur apalagi bicara bisa rusak pahal jum’atannya. Tentang kedatangan seorang yang akan berjum’atan itu pahalanya di samakan nilainya seperti shodaqoh jika datang lebih awal, yaitu jika datang nomer 1 maka sama dengan shodaqoh seekor unta, nomer 2 sama dengan seekor sapi, nomer 3 sama dengan seekor kambing, nomer 4 sama dengan seekor ayam, sedang nomer 5 sama dengan sebutir telur. Selebihnya….. nggaaaak tahu…
Orang yang menderita Myopia pilihan untuk mengatasinya adalah kacamata, lensa kontak, lasik. Nah untuk orang dengan myopia yang sangat tinggi tentu tidak bisa dengan kacamata atau lasik, dan softlens jika masih tersedia dan mau repot, maka alternatif yang pernah saya sampaikan RLE (
Kalau kornea spheris maka akan kelihatn rata adanya, dimana genangan air dalam warna hijau yang biasa di tunjukan adanya air di kornea itu merata, namun karena ini topiknya lebih ke kornea yang astigmat maka, tentu tidak rata, untuk itu perhatikan hal ini, yaitu amati daerah sepanjan horizontal dan hindari ruang yang banyak di sepanjang meredian vertikal.
