Anda pernah dengar atau pernah lihat orang yang mata hitamnya (kornea) tidak lurus kedua-duanya saat melihat anda. Kadang jika kita sedang berbicara dengan banyak orang dimana di sebelah kita juga ada orang , nah orang yang berbicara di depan kita itu tidak lurus melihat anda, sedangkan dia berbicara dengan anda. Apa yang akan terjadi?. Anda bingung dan orang itu juga bingung, kok nggak di perhatikan. Nah, kondisi seperti itulah yang di sebut Juling (Strabismus).
Strabismus adalah defek penglihatan dimana kedua mata tidak tertuju pada satu objek yang menjadi pusat perhatiannya. Satu mata terfokus pada satu objek, namun mata yang lain bisa bergulir kearah mana aja, bisa atas, kanan, kiri, dan bawah.
Lho, kok ada orang yang kadang matanya lari, tapi kadang juga lurus. Itu benar memang kadang mata yang tampak juling bisa lurus dan sebaliknya.

Mungkin contoh yang mengena adalah kita seorang design yang perlu teliti tentang warna, nah di situ mungkin lebih tepat yaaa, tapi lagi kita semua di beri kelebihan yang lain, jadi misalnyapun kita ada kelainan tentang warna kadang kita malah bisa mengerjakan apa yang berhubungan dengan warna.
Ada saja keluhan yang di alami pasien terutama untuk pasien pemakai progressive pemula, dimana istilah adaptasi memang di jadikan alasan kuat oleh petugas optik. Namun apa demikian yang terjadi?
Sudah menjadi hal yang biasa, apa yang kita gunakan tentu ada manfaat atau fungsinya, sama halnya dengan kacamata, yang dalam hal ini adalah lensa kacamata itu sendiri. Mengapa kita pakai putih, warna, klip on, jauh dekat dan sebagainya itulah fungsinya kacamata yang selengkapnya di bawah ini.
Atas permintaan
Lensa kacamata yang anda semua pakai tentu punya ukuran, meskipun kadang juga normal, nah normal itu juga ukuran, sebagaimana ada yang minus, plus cylinder bahkan prisma.